Bupati Bogor Khawatir Kades Gagap Kelola Dana program Satu Miliar Satu Desa

Bupati Bogor Khawatir Kades Gagap Kelola Dana program Satu Miliar Satu Desa
Bupati Bogor, Ade Yasin. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali
PERISTIWA | 19 Mei 2021 02:27 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin menyimpan kekhawatiran jika kepala desa tidak mampu mengelola anggaran desa membangun lewat program Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Ade tidak ingin dana besar yang sudah dikeluarkan untuk upaya pemulihan ekonomi itu menjadi sia-sia.

Bupati memerintahkan Asistem Pemerintahan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Kabupaten Bogor, melakukan bimbingan teknis (bimtek) terhadap kepala desa yang akan menerima gelontoran dana samisade.

"Supaya mereka paham betul maksud dari program ini. Yang memberi arahan juga harus paham mengenai konsep desa membangun. Libatkan camat juga. Karena masih ada camat dan kepala desa yang tidak paham apa itu padat karya. Siapa yang mengerjakan dan untuk apa. Jadi harus bimtek dulu," tegas Ade Yasin, Selasa (18/5).

Samisade merupakan langkah Pemkab Bogor untuk upaya pemulihan ekonomi. Asumsinya, dengan memberikan pekerjaan kepada masyarakat, maka dapat membantu perekonomian, sekaligus meningkatkan infrastruktur di desa. Anggaran yang disiapkan dalam APBD 2021 mencapai Rp311,83 miliar, dengan sasaran 349 desa di 38 kecamatan.

"Tapi tidak semua desa mendapatkan Rp1 miliar. Sejauh ini, ada 214 desa yang ada dapat Rp1 miliar. Sisanya bervariasi tapi paling rendah Rp200 juta ada empat desa," kata Ade.

Hingga saat ini, Pemkab Bogor belum menggelontorkan anggaran Samisade. Alasannya, Ade masih belum yakin jika kepala desa bisa elegan menggunakan dana tersebut.

"Makanya bimtek dulu. Kan turunnya bertahap tuh. Jadi desa yang dapat minggu ini misalnya, bimtek dulu. Beri pengarahan. Kan pengarahan saja tidak perlu biaya," katanya.

Ade melanjutkan, dengan samisade diharapkan bisa meningkatkan akselerasi pembangunan di pedesaan sehingga bisa menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian dengan membaiknya infrastruktur desa.

"Bagaimana perekonomian desa bisa meningkat jika infrastrukturnya jelek. Dan kita semua tahu bahwa, alokasi dana desa dan dana desa, banyak terkena refocussing untuk penanganan Covid-19. Makanya kami beri stimulus ini," katanya.

Agar tidak terjadi penyelewengan, Pemkab Bogor menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk ikut melakukan pengawasan.

"Saya juga minta masyarakat ikut mengawasi. Karena ini untuk kepentingan masyarakat juga," kata Ade. (mdk/noe)

Baca juga:
Simak, Daftar Bantuan Pemerintah yang Masih Berlangsung Hingga Saat ini
Terbukti Korupsi Dana Desa, Kades di Garut Dihukum 6 Tahun Penjara
Korupsi BLT untuk Berjudi dan Selingkuh, Kades di Musi Rawas Dituntut 7 Tahun Penjara
JPU Tuntut Tiga Koruptor Dana Desa di Maluku Tengah Empat Tahun Bui
Lapor Dugaan Korupsi Dana Desa 2 Tahun Lalu, Ini Alasan Warga Sampang Serbu Kejari
Desa Sewurejo Manfaatkan Dana Desa untuk Kesejahteraan Disabilitas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami