Bupati Bogor: Ormas Enggak Usah Ikut-ikutan Ngamanin Calon Kades

PERISTIWA | 23 Oktober 2019 05:32 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bogor menaruh perhatian lebih pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 273 desa pada 3 November 2019. Keamanan mendapat perhatian lebih karena pilkades dinilai rentan dengan gesekan.

"Apalagi saya dengar ada calon yang dibekingi oleh ormas. Ini kan meresahkan. Udah lah ormas enggak usah ikut-ikutan ngamanin calon kades, nggak usah berpihak. Kalau pengamanan ada polsek dan koramil," tegas Bupati Bogor Ade Yasin di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (22/10).

Menurut Ade tindak-tanduk ormas yang membekingi calon kades, justru meresahkan masyarakat. Karena seharusnya, pilkades merupakan ajang melatih budaya demokrasi dari tingkat bawah.

"Pilkades bukan momentum siapa yang hebat. Tapi momentum kesatuan dan persatuan dalam mewujudkan pilkades damai. Perbedaan jangan diperuncing. Pilkada 2018 lalu, Bogor aman. Ini bukti kami menghargai perbedaan," katanya.

Karena gesekan dalam pilkades dinilai sangat tinggi, maka Pemkab Bogor memfasilitasi deklarasi damai serta penandatangan nota kesepahaman antara Pemkab Bogor dengan 1.064 calon kades untuk menjaga pilkades aman dan damai.

"Pilkades ini kami di dukung oleh dua resor kepolisian. Yakni Polres Bogor dan Polres Metro Depok, karena ada desa masuk wilayah hukum Polres Depok. Jadi jangan ragu lapor ke polsek atau koramil jika ada indikasi yang mengganggu kamtibmas," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi mengungkapkan, Pilkades Serentak 2019 di 273 diikuti 1.064 calon. Jumlah pemilih pun diikuti 2.120.448 orang.

"Sekarang masih ada beberapa desa yang masih melakukan pengundian nomor urut. Sementara kampanye dimulai 28-30 Oktober. Lalu 31 Oktober sampai 2 November itu masa tenang sebelum hari pemilihan dan penghitungan suara 3 November. Untuk pelantikan awal tahun 2020," kata Ade. (mdk/fik)

Baca juga:
Gara-Gara Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Janda di Sragen Diboikot Tetangga
Sepasang Suami Istri di Garut Jadi Calon Kepala Desa
Warga Pertanyakan Tes Seleksi Calon Kades di Tangerang Dipungut Biaya Rp2,5 juta
1.064 Orang Berebut 273 Kursi Kades di Bogor, Ada Calon Lawan Istri Sendiri
Ibu Kota Baru akan Gelar Pilkades Serentak 26 Desember 2019
MUI Sebut Pilkades Sragen Rawan Praktik Perdukunan dan Perjudian

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.