Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Dilantik Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Dilantik Seorang Diri
Pelantikan 6 bupati dan wakil bupati di Sumsel. ©2021 Merdeka.com/Irwanto
PERISTIWA | 26 Februari 2021 18:29 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melantik enam pasangan bupati dan wakil bupati hasil pemilihan kepala daerah serentah 9 Desember 2020. Sementara satu kabupaten lagi dilantik penjabat bupati karena bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Keenam kepala daerah yang dilantik adalah Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Azis-Johan Anuar, OKU Timur Lanosin-Adi Nugra Purna, OKU Selatan Popo Ali Martopo-Solihien-Ardani, Musi Rawas Ratna Machmud-Suwarti, dan Musi Rawas Utara Devi Suhartoni-Inayatullah. Pelantikan digelar secara langsung di Griya Agung Palembang, Jumat (26/2).

Pelantikan virtual dikecualikan terhadap Bupati OKU Kuryana Azis yang tengah mengidap Covid-19 dan dirawat di rumah sakit. Kuryana diwakilkan oleh Wakil Bupati OKU Johan Anuar, yang merupakan terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi lahan kuburan yang diizinkan keluar tahanan untuk menghadiri pelantikan langsung.

Herman Deru mengaku bangga dengan pelantikan secara langsung dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Dia masih menunggu hasil sengketa pilkada Penukal Abab Lematang Ilir di Mahkamah Konstitusi.

"Alhamdulillah, sudah selesai. Hanya Bupati OKU tidak hadir karena sedang isolasi di rumah sakit karena Covid. Ada wakilnya Pak Johan Anuar yang hadir langsung," ungkap Deru.

Terkait status Johan Anuar sebagai terdakwa, Deru menyebut akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri untuk langkah selanjutnya.

"Masih berhadapan dengan masalah hukum. Kita tunggu sudah pelantikan kita laporkan dengan Mendagri apa tindak lanjutnya, kita tunggu besok," ujarnya.

Diketahui, Johan Anuar terpilih sebagai Wabup OKU mendampingi Bupati Kuryana Aziz dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020. Usai pencoblosan, Johan ditahan KPK karena diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi lahan kuburan di OKU senilai Rp6,1 miliar dari APBD 2012 dan ditemukan kerugian negara sebesar Rp3,49 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik Polda Sumsel menetapkan empat tersangka dan telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, yakni pemilik lahan Hidirman, mantan Sekda OKU Umirtom, mantan Kepala Dinas OKU Najamudin, dan mantan Asisten I Setda OKU Ahmad Junaidi.

Johan Anuar ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri pada 9 September 2016 namun dia menang dalam gugatan prapradilan di Pengadilan Negeri Baturaja pada 2018. Dua tahun berselang atau awal 2020, dia kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumsel karena menemukan alat bukti baru.

Meski menjalani penahanan selama empat bulan, berkas perkara Johan tak kunjung beres. Dia pun lagi-lagi dibebaskan pada 12 Mei 2020 karena jaksa menilai berkasnya tak bisa dilimpahkan karena belum lengkap hingga batas waktu ditetapkan.

Pada Juli 2020, KPK mengambil alih kasus ini dari Ditreskrimsus Polda Sumsel. Penyidik KPK datang ke Mapolda Sumsel membawa berkas penyidikan untuk diproses lebih lanjut. Saat ini, Johan menghadapi persidangan di PN Tipikor Palembang. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami