Bupati Sabu Raijua Yang Baru Dilantik Diharapkan Bawa Perubahan Bagi Masyarakat

Bupati Sabu Raijua Yang Baru Dilantik Diharapkan Bawa Perubahan Bagi Masyarakat
Bupati Sabu Raijua Usai Dilantik. ©2021 Merdeka.com/Anansias Petrus
NEWS | 16 September 2021 17:01 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Mahkamah Konstitusi yang membatalkan putusan KPU yang menyatakan kemenangan pasangan calon nomor urut dua, Orient P. Riwu Kore-Thobias Uly. KPU kembali menggelar pemungutan suara ulang (PSU), yang dimenangkan oleh pasangan calon Nikodemus Rihi Heke-Yohanes Uli Kale.

Nikodemus dan Yohanes hari ini, Kamis (16/9) resmi dilantik oleh gubernur Viktor B. Laiskodat, menjadi bupati dan wakil bupati kabupaten Sabu Raijua, periode 2021-2024 mendatang.

Adhitya Nasution berharap, kabupaten Sabu Raijua dibawa kepemimpinan Nikodemus Rihi Heke dan Yohanes Uli Kale mampu membuat perubahan bagi masyarakat.

Adhitya Nasution merupakan sosok penting yang mampu memberikan fakta-fakta soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sabu Raijua pada tahun 2020 lalu, sehingga MK memutuskan PSU ulang.

Menurut Nasution, perjuangannya sangat berat dalam menangani kasus Pilkada Sabu Raijua. Dimana dirinya sadar, bahwa lawan-lawannya berasal dari partai besar.

"Yang pasti perjuangan yang berat, dan kita tahu kapasitas kita tidak sebagai siapa-siapa. Jadi pencapaian ini merupakan kepuasan tersendiri buat kita, sehingga tidak dapat dinilai dengan apapun," jelasnya.

Dia menjelaskan, dirinya sangat puas dengan bantuan hukum yang diberikannya sehingga menghasilkan keputusan yang memuaskan bagi kliennya, Nikodemus Rihi Heke.

"Karena waktu itu ada tekanan dan gesekan dari pihak pendukung yang mencoba untuk mengintimidasi dan memecah belah kita. Tetapi itu kita berhasil lewati," ungkapnya.

Nasution menyatakan, dirinya sama sekali tidak sedang berkomitmen dengan bupati Sabu Raijua terkait bantuan hukum yang diberikan. Namun hanya semata membantu bupati saat persidangan di Mahkama Konstitusi (MK).

"Tidak ada komitmen dengan bupati. Saya sama sekali tidak harapkan apapun. Hanya membantu pak bupati di persidangan di MK," ujar Nasution kepada wartawan di Aula Eltari Kupang, Kamis (16/9).

Ke depan jika bupati dan wakil bupati membutuhkan bantuan hukum, dia akan tetap memberikan dukungan, meskipun bukan orang Sabu Raijua.

"Manakala pak bupati butuhkan konsultasi hukum, maka kami akan berikan dukungan sebisa mungkin. Apalagi Sabu merupakan kabupaten baru yang masih perlu perbaikan dan masukan," jelasnya.

Nasution berharap, bupati dan wakil bupati Sabu Raijua untuk tidak menghianati perjuangan yang telah dilakukan sejauh ini sejak dari MK hingga dilantik hari ini.

"Jadi jangan sampai perjuangan itu ternoda dengan hal-hal yang berkaitan dengan hukum seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Saya minta untuk hidari itu," tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak akan mengintervensi semua kebijakan dari pemerintah. Namun jika terdapat kebijakan yang menyimpang, maka dia akan ingatkan.

"Karena bagaimana pun juga, bupati dan wakil bupati yang akan membangun Sabu Raijua. Jadi kita harap kedepan bisa menciptakan perubahan di Kabupaten Sabu Raijua yang bersih," tutupnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Penetapan Calon Terpilih Pilkada Sabu Raijua Tunggu Keputusan MK
Jelang Pilkada Ulang Sabu Raijua 7 Juli, KPU Kirim Logistik ke Pulau Terluar
Kapolda NTT akan Tindak Tegas Perusuh PSU Sabu Raijua
Orient Didiskualifikasi di Pilkada Sabu Raijua, PDIP Berpaling ke Takem Radja Pono
Amankan PSU Pilkada, 172 Personel Polda NTT Dikirim ke Sabu Raijua
Logistik Aman, Pilkada Ulang di Sabu Raijua Siap Digelar 7 Juli

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami