Bupati Sleman Nilai Hanyutnya Siswa SMP Negeri 1 Turi Kecerobohan Pihak Sekolah

Bupati Sleman Nilai Hanyutnya Siswa SMP Negeri 1 Turi Kecerobohan Pihak Sekolah
PERISTIWA | 22 Februari 2020 07:46 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Bupati Sleman, Sri Purnomo menilai hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi saat mengikuti kegiatan Pramuka susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2) adalah sebuah kecerobohan. Pasalnya kecerobohan itu menyebabkan sejumlah siswa meninggal dunia akibat terseret arus sungai.

"Itu kecerobohan artinya melaksanakan kegiatan di sungai saat hujan itu sangat bahaya. Ini kecerobohan yang berakibat fatal," katanya, Jumat (21/2) malam.

Dia mengatakan, kegiatan di luar sekolah seharusnya mempertimbangkan faktor keselamatan. Faktor keselamatan dinilai sebagai bagian penting dalam sebuah kegiatan.

"Pramuka kan banyak kegiatannya tapi kan bisa dilakukan di lingkungan kelas atau sekolah. Ketika di luar kelas dan ini berada di air jadi sangat bahaya sekali, buktinya ada banjir mendadak ada yang tidak bisa menghindar dan ada yang tidak bisa menyelamatkan diri ada enam siswa meninggal," tegasnya.

"Ini sebagai pelajaran sangat mahal bagi Sleman dan masyarakat. Jangan sampai mengulangi kejadian seperti di SMPN 1 Turi ini," imbuh Sri Purnomo.

1 dari 1 halaman

Hindari Kegiatan di Sungai Saat Musim Hujan

Gubernur DIY, Sultan HB X meminta kepada BPBD untuk membuat surat edaran. Surat edaran ini berisi imbauan agar tak melakukan kegiatan di sekitar sungai saat musim hujan.

"BPBD DIY saya minta untuk mengeluarkan edaran selama musim hujan. Anak-anak di tingkat SD, SMP, SMA untuk menghindari kegiatan baik itu Pramuka dan asosiasi apapun bersinggungan dengan sungai," katanya.

Selain bagi siswa, dia juga meminta pada masyarakat yang memiliki agenda bersih sungai di wilayahnya untuk menunda kegiatannya. Utamanya saat musim penghujan seperti saat ini.

"Jika alasannya hari Minggu (punya agenda) bersih desa, (bersih) kali dan sebagainya, ditunda saja dulu. Gak usah (dilaksanakan di) musim hujan," jelas Raja Keraton Yogyakarta ini.

Sultan HB X menambahkan beberapa hari yang lalu Kota Yogyakarta tidak diguyur hujan deras namun debit Sungai Code mengalami peningkatan dan hampir luber. Hal ini disebabkan karena di wilayah Gunung Merapi saat itu diguyur hujan deras dan air mengalir di Sungai Code.

"Biarpun di sini tidak hujan, jika di Merapi hujan akan berbahaya. Karena tidak bisa diperhitungkan dan demi keselamatan, dihindari dulu," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Insiden Pelajar SMP 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor, 7 Ditemukan Meninggal
Bayu Tewas Tenggelam Saat Mancing di Kolam Bekas Tambang
Update Siswa SMP 1 Turi Hanyut, 7 Meninggal dan 3 Belum Terkonfirmasi
Ini Data 6 Siswa SMP Negeri 1 Turi Meninggal Dunia Hanyut di Sungai Semporan
Sultan HB X dan GKR Hemas Datangi SMP 1 Turi
Korban Meninggal Dunia SMP 1 Turi Bertambah jadi 6 Orang
Kronologi Pelajar SMP Terseret Banjir Saat Susur Sungai di Sleman

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami