Bupati Teluk Bintuni Papua Barat Ungkap Hasil Pertemuan dengan Moeldoko di Istana

PERISTIWA | 28 Januari 2020 22:30 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Moeldoko menerima kedatangan Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT di komplek Istana Kepresidenan (Selasa 28/1). Petrus mengklaim perkembangan sumber daya manusia (SDM) di daerahnya perlahan semakin berkualitas.

Petrus mengungkapkan pihaknya tengah fokus mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan jangkauan pendidikan dan kesehatan, pengembangan potensi ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah, konservasi SDA dan lingkungan berlanjut, akselerasi percepatan pembangunan infrastruktur sosial, budaya dan ekonomi.

"Sebagai Bupati Teluk Bintuni, saya ingin menyampaikan bagaimana keseriusan dan komitmen pemerintah daerah Teluk Bintuni dalam membangun SDM yang ada di Teluk Bintuni salah satunya lewat program Pusat Pelatihan Teknik Industri Dan Migas – Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIM – TB)," jelas dia.

"Kehadiran P2TIM-Teluk Bintuni merupakan lompatan sejarah dalam investasi di bidang pengembangan SDM di Papua," tambah dia.

Dia menuturkan pusat pelatihan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni ini didesain untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan tenaga kerja industri dan migas yang berkompeten. Juga bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil siap pakai di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni dalam menunjang Investasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Lalu penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif, pengembangan wilayah perkotaan pusat ibu kota kabupaten Teluk Bintuni, penciptaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta pembentukan dan pengembangan BUMD," papar Petrus.

Sementara, Moeldoko mengaku sangat mengapresiasi upaya maksimal pemerintah kabupaten Teluk Bintuni membangun daerahnya yang tak hanya fokus di pembangunan infrastruktur namun juga SDM.

"Pemerintah akan kawal penyerapan tenaga kerja dari anak-anak bangsa di daerah Indonesia Timur terutama Direct Affected Village atau anak-anak dari daerah yang terkena dampak langsung proyek strategis nasional. Semoga ke depannya semakin banyak anak bangsa yang mempunyai keterampilan khusus sesuai dengan industri yang ada di daerahnya," harap Moeldoko. (mdk/ded)

Baca juga:
Moeldoko: Jiwasraya Tak Ada Hubungannya dengan Moeldoko!
Cegah Virus Corona, Pemerintah Deteksi Setiap Orang Luar Masuk ke Indonesia
RKP 2020 Selesai, KSP Siap Kawal Program Prioritas Pemerintah
Moeldoko Pastikan Satgas 115 yang Buru Illegal Fishing Tetap Dilanjutkan
Moeldoko: Virus Corona Belum Masuk Indonesia, Menkes Sudah Antisipasi
Moeldoko Bertemu Perakit Pesawat dari Pinrang: Inspirator Bagi Anak Muda

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.