Bupati Tetapkan Garut Darurat Kekeringan

PERISTIWA » MALANG | 12 September 2019 20:00 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Bupati Garut, Rudy Gunawan menetapkan Kabupaten Garut darurat kekeringan. Hal tersebut dilakukan setelah 2.700 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan.

Bupati mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah agar kekeringan tidak semakin meluas dan menyebabkan meluasnya wilayah yang kekeringan.

"Sudah lebih dari 2.000 hektare lahan pertanian dan perkebunan mengalami kekeringan, padahal wilayah yang mengalami kekeringan merupakan lahan produksi," ujarnya, Kamis (12/9).

Rudy mengatakan bahwa kekeringan yang terjadi di Kabupaten Garut sudah sangat menyebar di sejumlah wilayah. "Makanya sudah SOS ini. Harus segera ditangani dengan baik," katanya.

Ia menyebut bahwa dirinya sudah mengumpulkan sejumlah dinas untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Garut. Apalagi secara umum 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut seluruhnya rawan terjadi kekeringan, ditambah kemarau akan berlangsung sampai Oktober.

"Kita harus melakukan tindakan yang pasti berkaitan dengan air. Tapi untuk tahun depan kita rencanakan akan menyiapkan Rp 20 miliar untuk penambahan sumber air irigasi hingga pipanisasi dari sumber air ke lahan pertanian," ucapnya.

Rudy menargetkan bisa hadid 20 sumber air baru di 20 titik. Dari jumlah tersebut disebutnya ada lima sumber air yang debitnya besar. "Ada di Malangbong, Pendeuy, Banjarwangi, dan Pakenjeng," katanya.

Baca juga:
Produksi Padi di Garut Dipastikan Mengalami Penurunan
Sejumlah Wilayah di 'Tapal Kuda' Jatim Mengalami Kekeringan
Tidak Ada Air, 237 Hektare Tanaman Padi dan Jagung di Kendal Gagal Panen
Penampakan Ikan Mati di Waduk Gajah Mungkur akibat Kemarau
Kemarau Panjang, 5 Waduk dan 41 Embung di Sragen Mengering
Fenomena Makam Lama Bermunculan di Tengah Waduk Gajah Mungkur

(mdk/ded)