Burhanuddin Akan Hentikan Kasus HAM Berat Jika Syarat Formil-Materiel Tak Terpenuhi

PERISTIWA | 25 Oktober 2019 16:30 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin bakal memprioritaskan terkait kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Karena, itu juga termasuk dalam program kerjanya.

"Ya tentu nanti kita akan membuat skala prioritas dan itu termasuk program prioritas," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (25/10).

Meski begitu, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu terkait hal itu. Apabila tidak memenuhi syarat formil dan materiel, secara otomatis kasus tersebut tak dapat berlanjut.

"Tapi kita untuk kasus HAM ini kan masih kalau belum memenuhi syarat materiel formil ya tentu kita clear berkas. Apabila syarat formil materiel tidak terpenuhi ya nuwun sewu," ujarnya.

Selain itu, dia juga memastikan program penindakan pemberantasan korupsi juga bakal diprioritaskan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan KPK untuk mengungkap kasus besar dan pencegahan.

"Pasti lah. Kita akan tetap prioritas (kasus korupsi)," ucapnya.

Bukan hanya itu, terkait program tangkap buronan, lanjut Burhanuddin, kejaksaan juga akan kembali digencarkan. Ia pun meminta waktu untuk menginventarisir daftar buronan.

"Ya tetap kami jadikan prioritas untuk pencarian, semuanya. Kalau ditanya berapa lama, kan pekerjaan banyak tentunya kami pilah-pilah dulu," sebutnya.

Ia pun mengaku tak memiliki program 100 hari kerja. Karena, ia akan bekerja keras dan cepat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Tidak ada 100 harian yang penting kita perintahnya kerja cepat," tuturnya.

Baca juga:
Alasan Jokowi Pilih ST Burhanuddin Jadi Jaksa Agung: Tegas Tapi Lembut
Jaksa Agung Burhanuddin: Saya Profesional, Bukan Diusulkan PDIP
Hasto Tegaskan ST Burhanuddin Jadi Jaksa Agung Tak Ada Kaitan dengan PDIP
Jaksa Agung ST Burhanuddin soal Program Kerja: Saya Pelajari Dulu
Jabat Jaksa Agung, ST Burhanuddin Baru Dihubungi Jokowi Selasa Pagi
Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Bukan Orang Partai

(mdk/ded)