Buron 10 Tahun, Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Rp 41Miliar BPD Sulsel Ditangkap

Buron 10 Tahun, Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Rp 41Miliar BPD Sulsel Ditangkap
PERISTIWA » MAKASSAR | 20 September 2020 11:04 Reporter : Ahmad Udin

Merdeka.com - Tim Intelijen Kejati Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap seorang terpidana Korupsi Kredit fiktif Rp 41 miliar BPD Sulsel Cabang Pasangkayu atas nama Arman Laode Hasan. Terpidana yang menjadi buronan selama 10 tahun itu dicokok di perumahan Aroepala Angin Mamiri Blok E1 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (20/9) pagi.

Kajati Sulbar Johny Manurung membenarkan penangkapan terpidana korupsi Rp 41 miliar itu. Dia mengatakan, terpidana merupakan satu dari enam buronan masih diburu tim Kejati.

"Dari enam orang yang kami cari, satu orang di antaranya berhasil kami tangkap tadi pagi di Makassar," kata Johny kepada merdeka.com.

Johny mengatakan, terpidana terbukti bersalah oleh pengadilan Tipikor karena melakukan kredit fiktif modal kerja jasa konstruksi pada Bank Bpd Sulselbar Cabang Pasangkayu. Menurut dia, terpidana Arman Laode merupakan DPO ke 4 yang telah diamankan oleh tim intelijen Kejati Sulbar.

"Tim Intelijen Kejati Sulbar, telah melakukan pemantauan selama kurang lebih Dua hari dan setelah berhasil meyakinkan bahwa terpidana ada dilokasi tersebut. intelijen bergerak dan berhasil melakukan penangkapan terpidana dan langsung membawa terpidana ke Kejari Makasar untuk dilakukan rapid test. Selanjutnya saat ini dalam perjalanan ke Mamuju," pungkas Johny. (mdk/gil)

Baca juga:
Kejari Purbalingga Temukan Indikasi Korupsi Hingga Ratusan Juta, Ini 4 Faktanya
Mantan Kades di Ciamis Korupsi Uang Retribusi Situ Lengkong Rp 2,2 Miliar
Buron 12 Tahun, Tersangka Korupsi Bencana Alam di Nias Diciduk
Segera Disidang, Jaksa Pinangki Bakal Hadapi 2 Dakwaan Berbeda
Mahfud MD: Kepala Daerah Dibiayai Cukong Berpotensi Korupsi Kebijakan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami