Buron 9 Tahun, Terdakwa Kasus Perusakan Pagar Ditangkap Tim Tabur Kejari Jaksel

Buron 9 Tahun, Terdakwa Kasus Perusakan Pagar Ditangkap Tim Tabur Kejari Jaksel
Ilustrasi borgol. shutterstock
PERISTIWA | 25 Februari 2021 01:46 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menangkap seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Jalan Gelatik Atas, RT 07 RW 09, Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. DPO itu diketahui atas nama Nadih (42) yang ditangkap pada Rabu (24/2) sekitar pukul 19.15 WIB.

"Tim Tabur Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan didampingi Ketua RT setempat setempat berhasil mengamankan DPO tindak pidana dengan sengaja dan melawan hukum merusak barang yang sama sekali atau sebagian kepunyaan milik orang lain berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan Nomor: Print- 197/M.1.14.3/Eku.3/02/2021 tanggal 24 Februari 2021," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Odit Megonondo, Rabu (24/2).

Odit menjelaskan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1267/Pid.B/2011/PN.Jkt Sel tanggal 7 Februari 2012, menyatakan Nadih yang berstatus sebagai terdakwa terbukti bersalah melakukan suatu tindak pidana.

"Nadih telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana 'dengan sengaja dan melawan hukum merusak barang yang sama sekali atau sebagian kepunyaan orang lain'," jelasnya.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun pidana penjara. Menetapkan barang bukti surat nomor 1 sampai dengan 6 tetap terlampir dalam berkas perkara," sambungnya.

Odit mengungkapkan, proses penangkapan terhadap Nadih itu berlangsung lancar dan juga terkendali.

"Setelah diterima selanjutnya terpidana akan menjalani masa tahanannya selama 1 tahun pidana penjara dikurangi selama berada didalam tahanan," ungkapnya.

"Bahwa terpidana atas nama Nadih akan segera dieksekusi oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Lapas Kelas I Cipinang," sambungnya.

Selain itu, untuk kasus atau tindakan yang dilakukan oleh Nadih sendiri yakni telah merusak pagar tembok yang mengelilingi tanah milik saksi Suziana Budi Santoso dengan cara membongkar atau melubangi pagar yang sebelumnya sudah berlubang.

"Kemudian diperbesar, sehingga fungsi pagar tembok yang seharusnya untuk melindungi dan menjaga tanahnya menjadi tidak berfungsi. Karena orang bisa keluar masuk ke tanah tersebut. Apalagi terpidana telah mendirikan warung kelontong di tempat pagar yang telah di bongkar atau dilobangi oleh terpidana, sehingga orang luar dapat dengan mudah masuk ke tanah milik saksi Suziana Budi Santoso," pungkasnya. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami