Buron Dua Bulan, Pelaku Pencabulan Adik Ipar di Kebun Sawit Dibekuk

PERISTIWA | 16 Juni 2019 15:07 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - DG (33) tega mencabuli adik iparnya saat sedang panen sawit di kebun. Dia akhirnya diringkus anggota Polsek Kepenuhan setelah sempat kabur selama dua bulan untuk menghindari kejaran polisi.

Paur Humas Polres Rokan Hulu, Ipda Ferry Fadli mengatakan, DG ditangkap polisi di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Saat itu DG bersembunyi dalam rumah yang berada di kebun sawit warga.

"Petugas sempat melakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali karena DG tidak mau membuka pintu rumahnya," kata Ferry kepada merdeka.com, Minggu (16/6).

Mendengar suara tembakan, akhirnya DG takut dan menyerahkan diri ke polisi. Dia tidak melawan saat diamankan petugas. Selanjutnya DG dibawa ke Mapolsek Kepenuhan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perbuatan DG terbongkar setelah korban yang masih berusia 13 tahun dijemput abang kandungnya di rumah DG. Saat itu korban terlihat pucat, lalu abangnya membawa ke bidan untuk berobat. Tak lama kemudian, mereka pulang ke rumah.

Sempat takut bercerita tentang apa yang dialaminya, akhirnya korban memberanikan diri untuk mengadu kepada orang tuanya. Korban mengaku dicabuli abang iparnya pada Senin 22 April 2019 lalu.

Sedih bercampur emosi, orang tua korban langsung melaporkan perbuatan DG ke Polsek Kepenuhan. Kepada polisi, korban menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Saat itu. korban ikut ke kebun untuk membantu DG panen sawit pada 20 April 2019. Korban disuruh mengutip berondolan sawit. Tiba-tiba, DG datang menghampiri korban, lalu memaksa untuk mencabulinya," kata Ferry.

Karena kalah tenaga, korban tak berdaya. Pelaku akhirnya menyetubuhi korban di bawah pohon sawit.

Selama ini, korban tinggal serumah dengan kakaknya dan abang iparnya selama 3 tahun belakangan. Bahkan, perbuatan DK dilakukan berulang kali setelah aksi pertamanya tidak ketahuan oleh istrinya.

"Sudah berkali-kali setiap kali korban diajak panen sawit. Korban tidak berani melawan saat disetubuhi, karena dianiaya dan diancam oleh pelaku. Pelaku juga mengancam korban jika melaporkan kejadian itu kepada siapapun," kata Ferry.

Baca juga:
Berdalih Ritual Agar Dapat Jodoh Kaya, Pria di Musi Rawas Cabuli Dua Putrinya
Pamit Belajar Kelompok Tapi Malah Pesta Miras, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan
5 Anak Korban Perilaku Seksual Menyimpang di Garut Ditangani LPKS
Pelaku Pemerkosaan Ditangkap saat Mengintip Orang Mandi
Bermula Kenal di FB, Wanita di Bali Diperkosa Pemuda di Sebuah Indekos

(mdk/bal)