Buronan Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp120 Miliar Ditangkap Di Surabaya

Buronan Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp120 Miliar Ditangkap Di Surabaya
Buronan Korupsi Bank Mandiri. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 19 Januari 2022 14:09 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Koko Sandoza Fritz Gerald (48), buronan perkara korupsi Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat senilai Rp120 miliar ditangkap di Surabaya. Ia ditangkap setelah dinyatakan DPO sejak 2002 lalu.

Warga Jl Raharja, Pondok Pinang, Jakarta Selatan ini ditangkap oleh tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada Selasa (18/1) sekitar pukul 23.20 WIB.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Fathur Rohman menjelaskan, terpidana ini ditangkap saat berada di Jl Biliton, Gubeng, Surabaya.

"Terpidana yang juga DPO ini ditangkap karena tidak mengindahkan panggilan secara patut yang disampaikan Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," kata Kasi Penkum Kejati Jatim, Fathur Rohman, Rabu (19/1).

Fathur menambahkan, Koko merupakan terpidana kasus dugaan korupsi di PT Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat. Yaitu pada 14 Februari 2002 silam terpidana Koko secara bersama-sama turut serta melakukan atau menyuruh melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

"Dari perkara tersebut, kerugian negara yang timbul sebesar Rp120 miliar," jelasnya.

Masih kata Fathur, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1568/PID/2005 tanggal 30 Januari 2006, terpidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

MA menjatuhkan hukuman pidana penjara 4 tahun dan denda Rp200 juta dan bilamana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Baca juga:
Eks Dirjen Kemendagri Dicecar KPK terkait Prosedur Pengajuan Dana PEN
Penjelasan Mahkamah Agung soal Vonis Nihil
KPK Akui Sedang Menyelidiki Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi Terkait Pembelian Saham Benny Tjokro
Kasus Proyek Satkomhan 2015-2016, Kejagung Periksa Dirut PT Dini Nusa Kusuma

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami