Buru Bjorka, Tim Khusus akan Jalin Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri

Buru Bjorka, Tim Khusus akan Jalin Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri
ilustrasi hacker. © Rt.com
NEWS | 21 September 2022 13:27 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Tim Khusus pemerintah masih berupaya membongkar identitas hacker Bjorka. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak luar negeri dalam memburu Bjorka.

"Tidak menutup kemungkinan ya, kemungkinan juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak luar," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (21/9).

Dengan pendekatan scientific, Dedi menjelaskan Tim Khusus bekerja secara hati-hati melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga yang dikepalai Menko Polhukam Mahfud MD.

"Proses pembuktiannya ini juga perlu pendalaman dari sisi scientific oleh karenanya tidak terburu-buru. Tim masih bekerja terus terdiri dari Polri, BIN, Badan Siber Sandi Negara, Kemkominfo, dan sebagai koordinator adalah pak Menko Polhukam," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Tim Khusus Buru Bjorka

Sebelumnya, Pemerintah membuat tim khusus atau satgas buntut dari hacker Bjorka yang mengklaim membocorkan dokumen penting negara. Tim ini dibuat agar sistem keamanan siber negara bisa lebih canggih.

Hal itu disampaikan Mahfud saat jumpa pers bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (14/9).

"Kita membuat satgas untuk lebih berhati-hati karena dua hal, pertama peristiwa (Bjorka) ini mengingatkan kita agar kita membangun sistem yang lebih canggih," kata Mahfud.

3 dari 3 halaman

Seorang Pemuda Ditangkap

Polisi menangkap seorang pemuda asal Madiun, Jawa Timur Muhammad Agung Hidayatullah atau MAH (21) karena diduga terlibat hacker Bjorka. Dia ditetapkan tersangka karena menjadi bagian dari kelompok Bjorka.

MAH berperan dalam membantu menyediakan dan mempromosikan channel Telegram Bjorka. Akun telegram yang dijual kepada tersangka kasus kebocoran data pemerintah itu bernama @Bjorkanism.

Pemuda tersebut pernah mengunggah sebanyak tiga kali di channel telegram Bjorkanizem, yakni tanggal 8 September 2022 dengan tulisan "stop being idiot". Kemudian unggahan tanggal 9 September dengan tulisan "The next leak will come from the president of Indonesia".

Tanggal 10 September 2022 mengunggah "To support people who are struggling by holding demonstration in indonesia regarding the price fuel oil. I will publish my pertamina database too".

(mdk/ray)

Baca juga:
Desmond soal Salah Tangkap Bjorka: Kalau Polisi Tangkap yang Bener, Itu Baru Aneh
Dijerat UU ITE, Pemuda Asal Madiun Diduga Bantu Hacker Bjorka Terancam Pidana 8 Tahun
Sejarah Asal Mula Lahirnya Hacker, Mengapa Dicap Aksi Kejahatan?
VIDEO: Penjual Es di Madiun Sebut Sosok Hacker Bjorka Pernah Kirim 100 Dolar AS
Diduga Bantu Hacker Bjorka, Pemuda Madiun MAH Dijerat Pasal UU ITE

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini