Buruh di depan Istana tak mau bubar, polisi semprotkan water cannon

PERISTIWA | 30 Oktober 2015 19:44 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Meski sudah dua jam melewati waktu akhir dalam berunjuk rasa, massa buruh masih tetap bertahan di depan Istana Negara. Mereka tak mau bubar sampai PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dihapuskan.

Menurut pantauan merdeka.com, Jakarta, Jumat (30/10), massa buruh enggan membubarkan diri. Mereka malah membentuk barikade menutup ruas jalan Medan Merdeka Utara.

Meski begitu aparat kepolisian sudah siaga. Ada sekitar 5 mobil water cannon sudah disiagakan. Water cannon sudah disemprotkan berulang-kali, namun sekitar 5 menit sekali. Hal tersebut guna memberi peringatan awal.

Di barisan massa buruh, mereka tetap meneriakkan yel-yel membakar semangat. Beberapa dari mereka sudah basah kuyup. Di sisi lain arus lalu lintas Merdeka Timur, depan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Silang Monas masih ditutup.

Masing-masing komandan massa buruh meminta agar aksi berlangsung damai dan tak terpancing provokasi. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lapangan tegang dan mencekam.

"Air ini harusnya untuk memadamkan asap bukan untuk menyemprot kita. Subhanallah subhanallah, Allahuakbar Allahuakbar," ucap orator dari atas mobilnya.

Seperti diketahui pihak Istana sebelumnya mengajak perwakilan serikat buruh untuk masuk ke dalam Istana dan duduk bersama membahas PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang baru saja diteken oleh Presiden Jokowi. Mediasi berjalan alot dan berakhir buntu, PP yang menjadi polemik tetap tak dicabut oleh pemerintah. (mdk/bal)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.