Bus Pengangkut Rombongan Pengantar Jenazah di Kupang Terbalik dan Timpa Rumah

Bus Pengangkut Rombongan Pengantar Jenazah di Kupang Terbalik dan Timpa Rumah
Bus Damri yang menimpa rumah di Kupang. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 5 Agustus 2021 03:00 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Bus Damri pengangkut rombongan pengantar jenazah menabrak mobil pikap dan menimpa rumah di Jalan Kol, dekat jembatan Biknoi, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa (4/8) petang. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah penumpang dilaporkan terluka dan trauma akibat peristiwa ini.

Berdasarkan informasi dihimpun, bus itu bagian dari iring-iringan rombongan yang hendak mengantar jenazah Pendeta Johnesty Radja Pono-Sine, yang merupakan Ketua Majelis Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, Kupang.

Bus dengan nomor polisi L 7730-UA itu menabrak mobil pikap dengan nomor polisi DH 9409-BD dan menimpa rumah warga. Bus dikendarai Novirius E Tafuli (28), warga Desa Lilo, Kecamatan Amanuban Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Mobil pikap dikemudikan Melkianus Daniel Missa (40), warga Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Sementara itu, rumah yang tertimpa diketahui milik Obet Hela Laga (60).

Iring-irigan pengantar jenazah ini sebelumnya bergerak dari arah Polsek Oebobo, Labat, Kelurahan Bakunase II. Mereka menuju ke belakang kampus Undana Lama, Kelurahan Naikoten I.

Saat tiba di Jalan Kol, dekat jembatan Biknoi Kelurahan Naikoten I, bus Damri tidak dapat menanjak. Kendaraan itu mundur dan menabrak mobil pikap yang berada persis di belakangnya.

Bus kemudian terbalik dan mengenai tiang telepon serta rumah warga. Akibatnya tiang telepon roboh, rumah warga rusak.

Tidak ada korban jiwa. Namun penumpang bus mengalami trauma dan luka. Mereka tidak bersedia dibawa ke rumah sakit.

Kemacetan tidak terhindarkan. Iring-iringan kendaraan di belakang bus harus mundur mencari jalan alternatif dan berputar arah.

Novirius E Tafuli, sopir Bus Damri mengakui kecelakaan terjadi karena kendaraan itu tidak dapat menanjak. Sementara itu, Melkianus Daniel Missa pengemudi mobil pikap yang mengangkut sejumlah karangan bunga mengaku kaget tiba-tiba ditabrak bus tiba-tiba mundur.

"Bus Damri tidak dapat menanjak dan sopirnya lalai. Padahal kondisi lokasi kejadian tanjakan, jalan sempit, sedikit menikung, arus lalu lintas sepi," ujar Kasat Lantas Polres Kupang Kota AKP Andri Aryansyah, Rabu (3/8).

Saat anggota unit Laka Satuan Lalu lintas ke lokasi kejadian, penumpang Bus Damri sudah tidak ada di lokasi kejadian. Menurut warga, mereka sudah pulang.

Polisi kemudian mengamankan barang bukti bus Damri dan pikap. Mereka memeriksa sopir dan sejumlah saksi.

Kasus ini sudah ditangani penyidik unit Laka satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota sesuai laporan polisi nomor LP/B/ / VIII/2021/SPKT. SATLANTAS/POLRES Kupang Kota/Polda NTT tanggal 3 Agustus 2021. (mdk/yan)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami