Busyro Desak Jokowi Bentuk TGPF untuk Tuntaskan Kasus Novel

PERISTIWA | 18 Juli 2019 20:38 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, mengomentari keberadaan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Novel Baswedan. Busyro menyebut, sejak awal pembentukan TPF, dirinya dan masyarakat antikorupsi sudah memprediksi kinerja tim akan gagal.

"TPF itu ketika dibentuk oleh Polri, kami teman-teman masyarakat madani dan koalisi antikorupsi, sudah memprediksi akan gagal. Sehingga kami tidak kaget (dengan hasil capaian TPF)," ungkap Busyro di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (18/7).

Busyro menerangkan bahwa ada konflik internal yang terjadi di dalam TPF. Kondisi tersebut dianggap Busyro menjadi salah satu penyebab kegagalan TPF.

"Ada conflict of interest. Ada saling menyandera. Saling menyandera sejumlah orang tertentu di dalam yang langsung tidak langsung terkait dengan teror terhadap Novel. Hakikatnya teror terhadap KPK," ungkap Busyro.

Atas kegagalan kinerja TPF, Busyro pun mendesak agar Presiden Jokowi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Pembentukan TGPF dinilai Busyro sebagai bentuk keseriusan Jokowi untuk menuntaskan kasus yang menimpa Novel Baswedan.

Busyro merinci ada sejumlah persyaratan jika Jokowi ingin membentuk TGPF. Di antaranya adalah legalitas TGPF haruslah berasal dari Presiden dan ada unsur masyarakat sipil antikorupsi di dalamnya.

"Kalau soal legalitas ini (saya) tetap meminta Presiden bentuk TGPF. Tapi dengan catatan serius. Kalau bentuk TGPF, kalau Presiden mau, unsur masyarakat sipilnya jangan ditentukan oleh istana," urai Busyro.

"Kami sulit percaya. Serahkan pada kami unsur masyarakat madani, koalisi antikorupsi. Serahkan, beri waktu seminggu untuk mencari sendiri, Nah itu bentuk penghormatan terhadap masyarakat sipil," imbuh Busyro.

Baca juga:
Bantah TGPF, Ketua KPK Tegaskan Kewenangan Novel Sebagai Penyidik Selalu Dikontrol
Pimpinan KPK akan Rapat Sikapi Hasil Investigasi TGPF Kasus Novel Baswedan
Tim Bentukan Polri Diberi Waktu Enam Bulan Buru Tiga Terduga Pelaku Penyerang Novel
Kecewa dengan Kerja TGPF, Amnesty Internasional Minta Jokowi Bentuk Tim Independen
Poin-Poin Penting Hasil Investigasi TGPF Novel Baswedan
ICW: Tak Berdasar Mengaitkan Kasus Novel Baswedan dengan Motif Politik
KPK Nilai TGPF Gagal Ungkap Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

(mdk/lia)