Butuh Ketegasan untuk Tekan Penyebaran Virus Corona

Butuh Ketegasan untuk Tekan Penyebaran Virus Corona
PERISTIWA | 6 April 2020 06:07 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada 2 Maret 2020. Satu bulan berjalan, kasus positif terus meningkat begitu juga dengan angka kematian.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan sebaran virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut. Seperti melakukan pembatasan aktivitas dengan memberlakukan kerja dan sekolah dari rumah. Kemudian meminta diterapkannya jaga jarak fisik atau physical distancing saat berada di luar atau dalam rumah.

Bahkan terkini, pemerintah juga menerapkan sistem pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Tidak lupa, imbauan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan rajin mencuci tangan selalu disampaikan.

Nyatanya, hingga kini angka kasus positif corona terus meningkat. Data terakhir, Minggu (5/4),terdapat 2.273 kasus positif, 198 meninggal dunia, 164 sembuh.

Pakar Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia, Hermawan Saputra, menilai peningkatan kasus karena kebijakan yang diambil pemerintah selama ini tidak diiringi dengan sanksi tegas. Sehingga upaya membatasi aktivitas masyarakat di ruang publik tidak optimal.

"Kalau PSSB ini tidak diikuti law and enforcement, agak sulit menekan kasus Covid-19," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Minggu (5/4).

Ia menilai, pemerintah lebih mengedepankan pertimbangan ekonomi ketimbang kesehatan masyarakat dalam menangani Covid-19. Hal itu terlihat dari kebijakan Presiden Jokowi yang memilih mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah daripada mengambil langkah karantina wilayah.

Bahkan, di tengah kasus kematian semakin meningkat, pemerintah masih mengizinkan masyarakat untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing. Padahal, mudik membuka ruang besar bagi penularan Covid-19.

"Mudik saja pemerintah tidak membatasi, tidak melarang, kan aneh. Suasana seperti ini kedaruratan kesehatan," ujarnya.

Hermawan memprediksi, langkah kurang tegas pemerintah ini bakal memicu ledakan kasus Covid-19. Ia memperkirakan, dua atau tiga bulan ke depan kasus kematian karena Covid-19 jauh lebih besar daripada kasus yang akhirnya sembuh.

Namun, bila pemerintah segera mengevaluasi diri dan melaksanakan PSSB dengan tegas maka puncak kasus Covid-19 berada di akhir April dan awal Mei.

"Tapi kalau tidak ada intervensi ini bisa molor sampai Juli. Ah saya tidak tega mau nyebut angka per angka (perkiraan kasus kematian karena Covid-19)," ucap dia mengakhiri.

1 dari 1 halaman

Butuh Komitmen Masyarakat

Sementara Juru Bicara penanganan virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kunci untuk meminimalisir penyebaran virus Corona ini juga dibutuhkan komitmen dari masyarakat.

"Kunci penyelesaian masalah (Covid-19l ini ada di tengah-tengah masyarakat Jaga jarak sosial di dalam berkomunikasi," ujar Yuri di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (5/4).

Yuri menyebut, masyarakat harus komitmen dalam hal menjaga jarak sosial. Menurutnya, menjaga jarak sosial bukan lagi sebuah imbauan, melainkan perintah

"Menjaga jarak sosial ini sudah bukan suatu imbauan lagi, tetapi sudah dimaknai sebagai suatu perintah yang harus kita laksanakan bersama," kata dia.

Selain dengan menjaga jarak sosial, Yuri juga terus menyarankan masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat. Yuri menganjurkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker.

"Cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat keluar rumah, hilangkan kebiasaan menyentuh wajah, mulut, menyentuh hidung, mata pada saat tangan kita tidak bersih. Oleh karena itu, sekali lagi, masker untuk semua," kata dia. (mdk/lia)

Baca juga:
BPOM Gorontalo Sulap 400 Liter Miras Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer
Naik Mobil Sport, Kakek di Solo Bagikan Beras & Uang Cegah Penyebaran Corona
Yusril Sebut Celah Permenkes Soal PSBB Sulit Menegakkan Disiplin Masyarakat
Pemkot Depok Larang Restoran Layani Tamu Makan di Tempat
Cegah Penyebaran Corona, Gubernur Lampung Larang ASN Berkeliaran
Pulang dari Surabaya, Warga Bondowoso Positif Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami