Buya Syafii Dukung Koruptor Dihukum Mati karena Bikin Miskin Bangsa

PERISTIWA | 12 Desember 2019 23:28 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan wacana menghukum mati koruptor. Wacana tersebut pun menimbulkan pro kontra. Ada yang mendukung dan menolak wacana itu.

Menanggapi wacana pemberian hukuman mati terhadap koruptor, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif pun angkat komentar. Buya Syafii mengaku setuju dengan wacana pemberlakuan hukum mati bagi koruptor.

Buya Syafii menerangkan, selama pemerintah memiliki alasan yang cukup untuk menjatuhkan hukuman mati pada pelaku korupsi menurutnya tak masalah. Buya Syafii pun menyebut Indonesia bisa belajar dari pemberlakuan hukum mati bagi koruptor dari negara China.

"Saya kira, asal alasan cukup tak masalah (diberlakukannya hukuman mati bagi koruptor). Tiru China. Di China kan begitu," ujar Buya Syafii, Kamis (12/12).

1 dari 1 halaman

Koruptor Penyebab Kemiskinan

Buya Syafii menilai korupsi menjadi salah satu akar penyebab kemiskinan di Indonesia. Selain itu korupsi dinilai pula telah sangat menggurita dan merugikan Indonesia.

"Memang korupsi ini sudah keterlaluan dan menggurita begitu rupa ya. Itu juga salah satu penyebab kemiskinan kita belum selesai," tegas Buya Syafii.

Meskipun mendukung namun Buya Syafii mewanti-wanti agar mempertimbangkan banyak hal sebelum memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.

"Pertimbangkanlah ya. Secara hukum dan keadilan," ungkap Buya Syafii. (mdk/eko)

Baca juga:
Puan Maharani: Hukuman Mati Koruptor Melanggar HAM
Tak Setuju Hukuman Mati, PDIP Pilih Koruptor Dimiskinkan
Mahfud MD: Aturan Hukum Mati Koruptor Bisa Diselipkan Lewat Revisi KUHP
VIDEO: Kata Ma'ruf Amin, Agama Membolehkan Hukuman Mati untuk Koruptor
Demokrat Soal Wacana Hukuman Mati koruptor: Kembali ke Political Will Jokowi
Wapres Ma'ruf Amin Bicara Hukuman Mati dari Kacamata UU dan Hukum Agama

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.