BW Puji Novel Tangkap Nurhadi: Mata Dirampok Penjahat Integritasnya Tetap Memukau

BW Puji Novel Tangkap Nurhadi: Mata Dirampok Penjahat Integritasnya Tetap Memukau
PERISTIWA | 2 Juni 2020 13:57 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut menangkap buronan kasus dugaan suap perkara di Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6) malam. Peran Novel dalam menangkap buronan perkara suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar itu disebutkan wakil pimpinan KPK Nurul Ghufron.

"Mas Novel ada di tim tersebut, apakah dia kasatgasnya atau tidak saya belum dapat laporan," kata Ghufron saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/6).

Sebelum diumumkan KPK bahwa Novel turut berperan dalam menangkap Nurhadi dan menantu, mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW) telah lebih dulu mengungkapkan peran mantan perwira polisi tersebut. Bambang mengabarkan hal tersebut melalui akun twitternya @sosmedbw.

Saat dikonfirmasi BW mengenai hal tersebut, BW mempersilakan merdeka.com, mengutip pernyataan di twitternya tersebut. "Bravo. BINGGO. Siapa Nyana. NOVEL Baswedan Pimpin sendiri Operasi & berhasil BEKUK BURONAN KPK, Nurhadi mantan Sekjen MA di Simpruk yang sudahh lebih dari 100 hari DPO. Kendati matanya dirampok Penjahat yang "dilindungi" tapi mata batin, integritas & keteguhannya tetap memukau. Ini baru KEREN," kicau BW seperti dikutip merdeka.com.

Diketahui, Nurhadi dan Rezky ditangkap tim penyidik KPK di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Selain keduanya, tim KPK turut membawa istri Nurhadi, Tin Zuraida dan sejumlah barang bukti saat penangkapan tersebut.

Sebelum ditangkap Nurhadi ditetapkan menjadi buronan KPK pada pertengahan Februari 2020 lalu. Penetapan buronan ini setelah mantan sekretaris MA itu kerap mangkir ketika diperiksa KPK.

Nurhadi diketahui dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai Rp 46 miliar. Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (mdk/gil)

Baca juga:
Pimpinan KPK: Novel Baswedan Ikut Menangkap Nurhadi
Soal Nurhadi Ditangkap KPK, Maqdir Ismail Sebut Komunikasi Terakhir saat Praperadilan
KPK Sempat Bongkar Paksa Pintu Rumah Persembunyian Nurhadi
Nurhadi dan Menantu Tertangkap, KPK Buru Penyuap
Nurhadi Tertangkap, Anggota Komisi III Harap Pintu Masuk Ungkap Mafia Peradilan
Selain Istri, KPK Amankan Barang Bukti saat Tangkap Buron Nurhadi di Jaksel

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami