Cadangan Pupuk Subsidi di Sumsel Aman Selama Musim Tanam

Cadangan Pupuk Subsidi di Sumsel Aman Selama Musim Tanam
Stok Pupuk Bersubsidi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 21 Oktober 2021 09:34 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat stok pupuk subsidi di wilayah Sumatera Selatan sebanyak 18.482 ton per 18 Oktober 2021. Cadangan ini mencukupi kebutuhan selama enam pekan ke depan atau musim tanam nanti.

VP Sales Region 2 PT Pupuk Indonesia Jambak mengungkapkan, stok yang setara 141 persen dari stok minimum itu berada di lini III atau gudang distributor. Pupuk itu disiapkan untuk musim tanam Oktober 2021-Maret 2022.

"Stok pupuk subsidi ini mencukupi untuk kebutuhan selama enam minggu ke depan," ungkap Jambak, Kamis (21/10).

Stok pupuk subsidi itu terdiri dari pupuk Urea 9.020 ton, NPK Phonska 6.506 ton, SP-36 822 ton, ZA 675 ton, dan Organik 1.459 ton. Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk subsidi sudah mencapai 197.922 ton hingga 18 Oktober 2021.

Dia menjelaskan, syarat yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian untuk mendapatkan pupuk subsidi adalah petani wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektare, menyusun dan menginput Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan menggunakan Kartu Tani bagi petani yang tinggal di wilayah tertentu.

"Jika belum punya Kartu Tani, petani masih dapat menebus pupuk subsidi secara manual, dengan bantuan petugas penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian setempat," terangnya.

Sebagai produsen, PT Pupuk Indonesia berkewajiban menyalurkan pupuk subsidi sesuai penugasan atau alokasi yang ditetapkan pemerintah. Pada 2021 alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.

"Untuk jumlah penyalurannya ke berbagai daerah, kami berpedoman pada surat keputusan dari Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten," kata dia.
Jambak menambahkan, PT Pupuk Indonesia telah memanfaatkan Distribution Planning and Control System (DPCS) dalam upaya optimalisasi. Teknologi informasi ini merupakan sistem terintegrasi yang didesain melakukan kontrol rantai pasok distribusi pupuk subsidi secara optimal.

Sistem DPCS Pupuk Indonesia didukung oleh jaringan distribusi yang luas, berupa 4 unit pengantongan, 6 unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 unit lebih truk, 600 gudang penyangga dan distributor dengan kapasitas 2,7 juta ton, serta memiliki jaringan 1.200 distributor dengan 29.000 lebih kios resmi.
"Penyalurannya diawasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) dan penegak hukum karena pupuk subsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah," pungkasnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Erick Thohir Targetkan 28.000 Petani Peroleh Pembiayaan Program Makmur
Harapan Kak Menteri BUMN pada Program Makmur Pupuk Indonesia dan BRI untuk Petani
Erick Thohir Harap Kerja Sama Pupuk Indonesia-BRI Genjot Ekonomi Rakyat
Strategi Pupuk Indonesia Dorong Milenial Terjun ke Dunia Pertanian
Intip, Teknologi Diterapkan Pupuk Kaltim Amankan Aset Negara Hingga Distribusi Pupuk
Mentan Syahrul: Peningkatan Produksi Pupuk Penting untuk Capai Swasembada Pangan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami