Calon Pendaftar Kesulitan Akses Informasi PPDB di Banten

Calon Pendaftar Kesulitan Akses Informasi PPDB di Banten
Calon Pendaftar Kesulitan Akses Informasi PPDB di Banten. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 22 Juni 2021 09:38 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten untuk jalur zonasi jenjang SMA/SMK dimulai Senin (21/6) hingga Rabu (23/6), sedangkan untuk jalur prestasi akan berlangsung pada Rabu (30/6) hingga Minggu (4/7). Namun calon pendaftar kesulitan untuk mengakses informasinya.

Kesulitan untuk mengakses informasi itu di antaranya dialami Haekal Alexander Dinova (15), siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Tangerang Selatan. Dia dan ibunya, Ida, mengaku mendapatkan informasi sangat terbatas mengenai penerimaan siswa, baik dari website PPDB maupun pihak sekolah.

Haekal termasuk siswa berprestasi. Sejak duduk di bangku SMP, nilai rata-rata rapornya nyaris sempurna tiap semester, atau selalu di atas nilai 9. "Nilai rapor terakhir pada semester 5 itu rata-rata 93, semester 6 terakhir juga di atas 9. Memang sejak kelas VII, rata-rata nilai di atas 9," ucap Haekal ditemui di SMAN 2 Tangerang Selatan, Selasa (22/6).

Bungsu dari dua bersaudara ini tidak hanya memiliki prestasi akademik. Anak laki-laki pencinta mata pelajaran sains itu juga punya segudang prestasi nonakademik dan kerap menjadi juara perlombaan antarsekolah di Tangsel. "Ada juga yang enggak menang. Runner up," ucap anak yang ingin berkuliah di jurusan Informasi Teknologi itu.

Haekal bersemangat untuk bisa melanjutkan SMA ke sekolah negeri pada tahun ajaran baru 2021/2022 ini. Selain tidak pernah bersekolah di sekolah milik pemerintah, dia mengaku niatnya masuk ke SMA negeri agar bisa melanjutkan perkuliahan di perguruan tinggi negeri juga.

"Pertama SMAN 2 Tangsel ini enggak jauh dari rumah, jadi enggak buang-buang waktu di jalan. Inginnya bisa linear karena nanti mau kuliah di kampus negeri, di UI," terang dia.

Namun Haekal menyayangkan sulitnya mengakses informasi PPDB Provinsi Banten di SMAN 2 Tangerang Selatan. "Sayang informasi PPDB SMAN 2 ini minim," ucap Haekal ditemani sang ibu.

calon pendaftar kesulitan akses informasi ppdb di banten
Haekal Alexander Dinova, salah seorang calon pendaftar PPDB di Tangsel. ©2021 Merdeka.com

Ibunya Ida yang akan mendaftarkan Haekal PPDB online di SMAN 2 Tangsel melalui jalur prestasi tersebut mengaku kecewa dengan informasi yang simpang siur di lapangan.

Pasalnya, petugas pelayanan PPDB di SMAN2 Tangsel, yang ditugaskan menerima tamu, bukanlah panitia PPDB. Mereka hanya petugas keamanan sekolah yang tidak dibekali informasi teknis PPDB.

"Informasi sangat simpang siur, karena petugas bilang kalau jalur prestasi akademik hanya melampirkan nilai rapor saja atau piagam-piagam prestasi nonakademik kalau anak berprestasi di nonakademik. Apalagi yang menjelaskan bukan panitia PPBD. Kalaupun petugas keamanan yang memberi pelayanan, hendaknya dibekali informasi yang baik, sehingga bisa menjelaskan ke calon pendaftar, tapi ini tidak," ungkap Ida.

Ida menyebutkan, seharusnya segala informasi terang benderang tertuang di dalam website PPDB provinsi atau juga sekolah. Hal ini untuk menghindari kehadiran orang tua ke sekolah agar tidak terjadi kerumunan.

"Zaman online seperti ini harusnya ada website yang memberikan informasi detil terkait teknis dan segala macam, agar para orang tua juga bisa efektif mendapatkan informasi yang jelas. Di website PPDB dan website sekolah juga ada informasi lengkapnya. Kami datang ke sekolah juga bukan panitia PPDB yang melayani," ucapnya. (mdk/yan)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami