Camat di Jember Diduga Khawatir Berita Penarikan Bantuan Dibaca Kementerian

Camat di Jember Diduga Khawatir Berita Penarikan Bantuan Dibaca Kementerian
PERISTIWA | 17 Februari 2020 10:12 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Penarikan lagi bantuan yang sudah diberikan Bupati Jember dr Faida kepada korban banjir di Kaliwates, pada Jumat (07/02) lalu, ramai diperbincangkan masyarakat. Hal ini lantaran bantuan ditarik kembali, sesaat setelah bupati Faida bersama rombongan wartawan meninggalkan lokasi banjir yang berada di samping kampus IAIN Jember. Camat Kaliwates sempat mendatangi pihak pesantren yang menerima bantuan untuk mempertanyakan hal tersebut.

"Tadi saya sampaikan ke Ustaz Mastur kok beritanya kayak gini. Saya tidak tahu," ujar Asrah Widono, Camat Kaliwates, Jember, menirukan ucapannya kepada Ustaz Mastur, pengasuh pesantren yang terdampak banjir.

Pernyataan itu disampaikan Asrah saat dikonfirmasi merdeka.com pada Jumat (14/02) sore, beberapa saat setelah menyerahkan bantuan yang sempat ditarik kembali dari pesantren.

Asrah membantah bahwa bantuan kembali diserahkan karena maraknya pemberitaan soal penarikan bantuan dari bupati itu. Dia menyebut, bantuan baru diserahkan seminggu kemudian (beberapa jam setelah ramai diberitakan media online), karena faktor kesibukan.

Cerita Asrah soal pembicaraan seputar pemberitaan penarikan bantuan itu, juga dibenarkan oleh Ustaz Mastur, pengasuh pesantren Baitul Ilmi. Pesantren ini sempat mendapat bantuan dari Bupati Faida, ketika dikunjungi pada Jumat (07/02) pagi, beberapa jam setelah banjir surut dari kawasan tersebut. Namun bantuan itu diminta kembali, beberapa saat setelah rombongan Faida dan para wartawan meninggalkan lokasi banjir.

"Pak Camat bilang, berita soal itu, kok sampai dimuat di media online nasional. Katanya beliau, ini kan bisa sampai (dibaca orang) kementerian," ujar Ustaz Mastur menirukan ucapan Camat Asrah tersebut. Mastur dikonfirmasi pada Jumat (14/02) sore, beberapa menit setelah merdeka.com mengkonfirmasi kepada camat Asrah.

Karena itu, lanjut Mastur, pihak Kecamatan Kaliwates yang didampingi jajaran perangkat RT/RW, Kantor Kelurahan Mangli serta dua orang perwakilan staf BPBD Jember, langsung menyerahkan sisa bantuan sebanyak 16 paket untuk 18 santri yang terdampak banjir tersebut. Adapun dua paket sebelumnya, sudah diserahkan saat kunjungan bupati Faida.

Dalam rilis Pemkab Jember yang juga dimuat di akun instagram resmi bupati Jember, @dr.faidaofficial, juga disebut, permasalahan itu karena masalah mis komunikasi.

"Yang benar, adalah distribusi bantuan kepada korban yang terdata sesuai yang ada KK yang sudah terkumpul di BPBD. Saat ini, kekurangan bantuan ke ponpes tersebut sudah terpenuhi," ujar akun resmi Bupati Jember, dr Faida, yang diunggah pada Senin (17/02) sekitar pukul 00.24 WIB.

Sebelumnya diberitakan, bantuan yang diserahkan Faida kepada korban banjir ditarik kembali sesaat setelah dia pulang. Namun setelah ramai dibicarakan, bantuan kembali diserahkan kepada warga.

Peristiwa penyerahan bantuan banjir itu terjadi pada Jumat (7/2) lalu. Dari rilis yang dimuat di website resmi Pemkab Jember, Bupati Faida mengunjungi warga di dua RT yang terdampak banjir, yang ada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Lokasi tersebut, malam sebelumnya tergenang banjir. Dalam kunjungan pada Jumat pagi itu, Faida menyerahkan sebanyak 40 paket sembako, 40 kasur lipat, selimut serta nasi bungkus. Lokasi yang tergenang banjir tepat berada di sekitar kampus IAIN Jember.

"Banjir masuk perkampungan warga, sehingga 52 kepala keluarga terdampak. Setelah dikunjungi, rumahnya memang terendam. Barang-barang juga basah karena air masuk hampir satu meter," ujar Faida sebagaimana dikutip dari website Jemberkab.go.id.

Salah satu titik yang dikunjungi Faida adalah sebuah pesantren bernama Baitul Ilmi, yang diasuh oleh Ustaz Mastur. "Saya tidak tahu persis, warga waktu itu ramai-ramai, ternyata ada kunjungan bupati. Lalu Bu Faida ke tempat kita dan sempat berdialog," ujar Mastur saat dikonfirmasi, Jumat (14/02).

Dalam dialog itu, Faida bertanya tentang jumlah penghuni pesantren yang diasuh Mastur. Kebetulan pesantren kecil itu masih mengontrak di salah satu rumah warga. Para santri seluruhnya merupakan mahasiswa IAIN Jember.

"Saya jawab, santrinya ada 18 anak. Lalu spontan beliau perintahkan ke anak buahnya agar (seluruh santri) dikasih bantuan satu-satu," tutur Mastur menirukan dialognya dengan Faida. Saat berkunjung ke korban banjir itu, Faida juga membawa rombongan wartawan cetak, elektronik dan televisi.

"Saat itu juga ada Pak Camat, Lurah, dan RT-RW. Lalu diserahkan bantuan secara simbolis berupa selimut, kasur dan paket sembako," ujar pria yang juga dosen di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) IAIN Jember ini.

"Saya hitung untuk simbolis, masing-masing ada lima kasur, lima selimut dan dua dus paket sembako," lanjut Mastur. Seperti lazimnya bantuan Pemkab Jember selama ini, seluruh bantuan juga tertera foto Bupati Faida pada kemasannya.

Namun, keunikan terjadi sesaat setelah Faida dan rombongan wartawan pulang dari lokasi banjir. "Kemudian setelah bubar, ada salah satu petugas yang datang ke saya. Dia bilang, "Mohon maaf, ini sementara saya tarik kembali ya pak," ujar Mastur.

Kepada Mastur, pegawai Pemkab yang menarik kembali bantuan itu beralasan, bantuan nanti akan diserahkan kembali, sesuai data yang ada. "Saya pikir, kalau bantuan sudah ditarik lagi, masak iya bisa kembali lagi," tutur Mastur. (mdk/cob)

Baca juga:
Bantuan dari Bupati Jember Sempat Ditarik Lalu Diberikan Lagi, Ini Penjelasannya
5 Fakta Unik Bantuan Bupati Jember Ditarik Lagi, Pengasuh Ponpes Sampai Heran
Bupati Jember Datangi Korban Banjir, Usai Diliput Media Bantuan Ditarik Lagi
Tersangka Kasus Korupsi Pasar di Jember Minta Perlindungan ke LPSK
DPRD Jember Minta LPSK Lindungi Tersangka Korupsi yang Sebut Keterlibatan Bupati

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami