Cantiknya Batik Pointilis Bermotif Relief Candi Borobudur

Cantiknya Batik Pointilis Bermotif Relief Candi Borobudur
PERISTIWA | 30 Juli 2020 11:10 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Awan Hastanto (25) jatuh hati pada batik. Dia merasa kehidupannya, lingkungan keluarganya berutang pada industri batik. Batik jadi sumber mata pencarian. Di sisi lain, mengkreasikan batik dipandang sebagai ikatan batin dan fisik di mana aroma malam (lilin) jadi kekhasan yang ia hirup sebagai pemantik inspirasi.

Di kediamannya di Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Awan mengkreasikan batik dengan teknik pointilis. Tiga tahun sudah, ia mengadaptasi teknik lukis yang membutuhkan kesabaran dengan membubuhkan titik-titik untuk memberikan kesan bidang dan gelap terang itu.

Awan mengangkat motif panel-panel relief. Saat ini, dia telah menggarap selusin batik yang terinspirasi dari relief Candi Borobudur, monumen Buddhis terbesar di dunia. Adegan atau cerita yang rusak dalam panel relief, dia restorasi kembali di atas kain sutera.

"Karya awal saya relief Devadatta Menghantam Gajah Sampai Mati," kata Awan pada Merdeka.com sembari membentangkan kain syal berwarna hijau bergambar seekor gajah putih dikelilingi sejumlah orang.

Cerita di balik pembuatan batik tersebut dikerjakan kurang lebih 3 bulan di tahun 2017. Saat itu, dia memang tengah mendalami relief-relief dari pemahat Borobudur yang dikesankan memiliki pengamatan dalam detail, emosi sosok, serta keselarasan komposisi. Pahatan batu itu ingin ia wujudkan kembali di atas kain.

"Saat saya merenungkan bagaimana memulai keinginan ini, saya berkesimpulan teknik pointilis yang paling cocok untuk mengesankan gelap terang pahatan batu. Pelan-pelan saya mulai kerjakan," kata Awan yang merupakan lulusan jurusan seni rupa dengan konsentrasi seni lukis ini.

Baca Selanjutnya: Awan mengatakan batik-batik itu dikhususkan...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami