Capim Nawawi Sebut di KPK-nya Korea Dibubarkan Akibat Banyak Penindakan

PERISTIWA | 11 September 2019 12:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menyindir kinerja lembaga yang kini dipimpin Agus Rahardjo seperti berjalan di tempat. Nawawi mengatakan hal tersebut berdasarkan indeks persepsi korupsi (KPK) lembaga antirasuah yang naiknya tak terlalu signifikan, bahkan stagnan di angka 38.

"Lulus enggak kalau nilai rapor? (KPK) ini usia remaja tapi jalan tertatih. Kenapa? Karena fokus penindakan bukan pencegahan," ujar dia dalam fit and proper test di hadapan Komisi III DPR, Rabu (11/9/2019).

Nawawi kemudian menyinggung soal lembaga antikorupsi di Korea Selatan. Menurut dia, lembaga antikorupsi di Korsel tak jauh berbeda dengan KPK sebelum akhirnya dibubarkan.

"Konon di Korea ada lembaga macam KPK. Tetapi dalam implementasi KPK Korsel konon hanya penindakan saja kerjanya, sampai ganggu program pemerintahnya," kata dia.

Menurut Nawawi, akhirnya lembaga antirasuah di Korsel tersebut dibubarkan lantaran dianggap tak berjalan sesuai harapan. Usai dibubarkan, menurut Nawawi, IPK Korsel pun langsung melambung.

"Dibubarin pak, KPK diganti, setop penindakan khusus pencegahan, jadi kalau di sini namanya Ombudsman. Yang jadi malah indeks korupsi (IPK) naik," kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Capim Nawawi Pomolango Ingin KPK Fokus Pencegahan Bukan Penindakan
Di DPR, Capim Nawawi Setuju Revisi UU KPK dan Kritik Wadah Pegawai
Gelar Uji Kepatutan dan Kelayakan, DPR Diingatkan soal Integritas 10 Capim KPK
5 Capim KPK Jalani Uji Kepatutan dan Kelayakan di DPR Hari Ini
Abraham Samad Minta DPR Dengar Suara Rakyat saat Pilih Capim KPK
Fahri Hamzah Soal Surat Pernyataan Capim KPK: Parno itu Teman-teman Komisi III

(mdk/eko)