Cara Unik Polisi Tangkap Penjahat, Pakai Daster Sampai Nyamar Jadi PSK

PERISTIWA | 18 Juli 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Banyak cara yang dilakukan polisi untuk menangkap penjahat. Salah satunya dengan melakukan penyamaran untuk mengelabui sang target.

Beberapa polisi menggunakan cara unik dan tak biasa untuk menangkap penjahat. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di negara lain melakukan hal sama. Berikut cara unik para polisi saat menangkap penjahat:

1 dari 3 halaman

Menyamar jadi Ibu-Ibu Berdaster

Tim Pegasus Polsek Medan Timur akhirnya berhasil meringkus komplotan begal sadis dengan cara menyamar menjadi emak-emak.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin, mengatakan komplotan begal sadis yang diamankan adalah Ipan Ardiansyah alias Gopal (24) M. Ferdiansyah alias Popoy (17), dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21).

"Kita berpikir keras mencari cara untuk memancing para pelaku keluar dari persembunyiannya. Berkat kerja sama yang baik, akhirnya kita berhasil meringkus para pelaku. Kita menyamar jadi emak-emak," kata Arifin.

Arifin menjelaskan, penangkapan komplotan begal berawal dari laporan korban, Indah Kristiani Siringo Ringo, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), yang dirampok di Jalan Perkebunan, Pulau Brayan, Medan Perjuangan.

Mendapat laporan korban, Tim Pegasus Polsek Medan Timur melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dalam sekejap, tim berhasil mengidentifikasi para pelaku dan mengamankan pimpinan komplotan begal Ipan Ardiansyah alias Gopal di tempat persembunyiannya, Jalan Pancing, Gang Seroja, Kecamatan Medan Deli, Senin, 15 Juli 2019.

Setelah dilakukan interogasi terhadap Gopal, kemudian Tim Pegasus Polsek medan Timur menyusun strategi dengan melakukan penyamaran, setelah sebelumnya mempelajari cara main para pelaku. "Kita mendapat ide untuk melakukan penyamaran. Personel kita kenakan pakaian daster dan jilbab, layaknya emak-emak," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Menyamar sebagai PSK

Doa orang Polisi Wanita (Polwan) melakukan penyamaran sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Mereka adalah AKP Rochana Sulistyaningrum, yang itu saat menjabat Kapolsek Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dan Bripda Mira Indah Cahyani. Penyamaran tersebut dilakukan pada September 2017.

Bukan hal yang mudah menyamar sebagai PSK. Apalagi dua polwan itu mengenakan hijab. Mereka harus menjalani tugas untuk memantau dan membongkar bisnis prostitusi di Pati. "Mira sempat risih karena saya suruh berganti kaus minim dan hotpant. Begitu juga saya yang memutuskan mengenakan daster dan melepas hijab. Tapi it's ok, inilah tugas yang harus kita emban," jelas Rochana.

Mira akhirnya berdandan ala wanita kekinian. Memakai celana pendek dan kaus. Sedangkan Rochana memakai daster.

Mereka siap menyamar dan mencari tahu tentang bisnis prostitusi di warung kopi Kuro-Kuro. Mereka bahkan menyamar sebagai janda yang butuh pekerjaan dan penyamaran berhasil. Penggerebekan dilakukan keesokan harinya. Rochana bersama tim gabungan dari Polsek Wedarijaksa menggerebek warung kopi Kuro-Kuro.

Dalam penggerebekan, polisi mengamankan 3 PSK, 4 pria hidung belang, dan satu pasangan mesum yang terkunci rapat di kamar. Termasuk seorang bos pemilik bisnis prostitusi Woro Wiranti.

3 dari 3 halaman

Polisi di Korea Menyamar jadi Wanita Cantik

Polisi pria di Korea Selatan berhasil menangkap pengguna dan pengedar narkoba pada Juni 2017. Penangkapan tersebut dilakukan dengan cara menyamar menjadi wanita penghibur.

Polisi tersebut bernama Woo Jung Hoon yang bertugas di Kepolisian Anyang Manahn, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Padahal polisi ini pernah juara wushu dan kickboxing.

Awalnya polisi mengetahui ada pengguna dan pengedar narkoba kerap mencari wanita penghibur melalui dunia maya. Alhasil polisi melakukan pendekatan di dunia maya untuk bisa menyelinap di antara pengedar dan pengguna narkoba.

Akhirnya Woo mengajukan diri untuk langsung menangkap target dan menyamar sebagai wanita penghibur. Ia memakai kemeja ketat dan rok mini, serta riasan dan rambut palsu. Penyamaran berhasil. Ia tampak seperti wanita asli.

"Awalnya terasa memalukan, tapi rekan-rekanku sangat mendukungku. Itu cukup untuk memotivasiku," kata Woo.

Penyamaran Woo berhasil. Ia menangkap 20 kriminalis narkoba, salah satunya gembong narkoba berusia 47 tahun yang diketahui memiliki 18 gram methamphetamine senilai 3 juta won atau sekitar Rp34,3 juta. (mdk/has)

Baca juga:
Lepas Wisudawan Purnawirawan Polri, Kapolri Teringat Dikerjai Senior
Sempat Bantah, Polisi Cari Caleg Gerindra Wahyu Dewanto Terkait Politik Uang
Polisi Bantah Keluarkan Selebaran Buru Caleg Gerindra Terlibat Politik Uang
Atraksi Rampak Gendang dan Beladiri Meriahkan Hut Bhayangkara ke-73
Polri Beberkan Hasil Investigasi Kasus Kericuhan 21-22 Mei
Tak Terima Dibilang Salah, Pengendara Motor di Makassar Tonjok Polisi