Cari 7 ABG yang hilang di Gunung Lawu, 6 jalur pendakian diobok-obok

PERISTIWA | 29 Juli 2015 16:27 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pencarian 6 ABG dan seorang bocah yang hilang di Gunung Lawu, Karanganyar terus dilakukan. Tak hanya melalui pintu masuk pendakian di Jawa Tengah (Jateng) namun juga melalui pintu masuk pendakian dari sisi Jawa Timur.

Ditemui di Posko Cemoro Kandang, Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra mengatakan, ada 6 jalur masuk pendakian ke Lawu yang akan dilakukan pencarian. Keenam jalur itu adalah Jalur Cemoro Kandang, Blumbang, Tambak, Candhi Cetho, Jogorogo dan Jalur Cemorosewu. Sementara dua jalur lainnya adalah jalur pendakian melalui sisi Jawa Timur.

"Informasi yang kami terima, mereka naik ke puncak melalui pintu Cemoro Kandang pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Sampai Selasa pagi mereka terpantau sehat dan sedang berfoto-foto. Namun saat diajak turun mereka beralasan akan menunggu matahari tenggelam dulu," ujarnya.

Namun setelah ditunggu ketujuh pendaki tersebut tak kunjung muncul. Padahal cuaca di puncak saat ini dalam kondisi ekstrem dengan suhu yang bisa mencapai 4 derajat celsius di malam hari.

"Pencarian terus kami lakukan karena mereka minim bekal. Lagi pula cuacanya juga sangat dingin, tidak baik untuk anak-anak," imbuhnya.

Kepala Kantor SAR Semarang, Agus Haryono menambahkan pencarian dilakukan di enam jalur pendakian. Sebanyak 150 lebih relawan telah disebar untuk melakukan pencarian.

‎"Pencarian akan kita maksimalkan sore hingga malam nanti. Kondisi para pendaki masih kanak-kanak. Perbekalan mereka juga terbatas. Tim pencarian akan kami tambah lagi jika hingga petang nanti para pendaki belum ditemukan," jelasnya.

Dia mengemukakan, pendakian seharusnya cukup dilakukan 1x24 jam. Dalam waktu tersebut pendaki sudah harus turun. Sedangkan 7 pendaki tersebut sudah hampir 5 hari di atas gunung dengan perbekalan yang tidak memadai.

"Usia mereka masih sangat muda, belum ada yang memiliki kemampuan navigasi darat yang cukup bagus," ucap dia.

Agus mengakui ketujuh pendaki itu naik melalui jalur resmi Pos Cemorosewu. Nama mereka juga tercatat di buku daftar pendaki.‎ Terkait pemberian izin pendakian anak usia 9 tahun dia mengaku masih akan melakukan konfirmasi dengan petugas penjagaan pos. (mdk/hhw)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.