Cari Barang Rongsokan, Warga Petobo Temukan Rangka Manusia di Bekas Likuifaksi

PERISTIWA | 17 Juni 2019 02:03 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Warga kembali menemukan rangka manusia yang terkubur di lokasi bekas bencana likuifaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatakan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu. Diperkirakan, ada delapan rangka yang tertimbun.

"Mereka adalah korban gempa disertai tsunami dan likuifaksi, " kata Lurah Petobo Alfin H Ladjuni, di Palu. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (16/6).

Sembilan bulan pascagempa, tsunami dan likuifaksi yang memorak-porandakan Kota Palu masih banyak korban belum ditemukan. Termasuk korban likuifaksi Kelurahan Petobo.

Dia menuturkan, tulang belulang korban likuifaksi itu awalnya ditemukan sejumlah warga sekitar pukul 12.00 WITA. Warga sedang menggali reruntuhan bangunan guna mencari barang rongsokan untuk dijual.

"Tulang manusia ditemukan di sekitar kompleks perumahan yang masih berdiri. Korban tersebut adalah suku Toraja. Diperkirakan dua di antaranya adalah tulang bayi," ujar Alfin.

Dia memaparkan, proses evakuasi tulang belulang korban gempa dan likuifaksi dari dalam tanah dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim penolong Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu dan warga setempat.

"Terbatasnya peralatan serta sulitnya akses menuju lokasi penemuan rangka manusia menyebabkan proses evakuasi cukup memakan waktu. Proses evakuasi hanya menggunakan alat manual, tidak ada alat khusus, " ucapnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Petobo Moh Ridho menambahkan, hingga Minggu petang baru lima rangka korban likuefaksi berhasil di evakuasi dan telah dimasukan di kantong jenazah, sedangkan tiga rangka lainnya masih tertimbun.

"Rencananya empat rangka manusia yang masih tertimbun akan di evakuasi menggunakan alat berat karena posisinya di dasar," ungkap Ridho.

Dia memaparkan, keluarga korban sudah berada ditempat menyaksikan proses evakuasi dan telah menyediakan segala sesuatu untuk proses pemakaman.

"Pihak keluarga sudah menyediakan peti jenazah untuk proses pemakaman, " tutur Ridho.

Baca juga:
Gempa dan Tsunami Sulteng Telan Biaya Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rp 36 T
Gempa Guncang Kepulauan Mentawai dan Donggala
Semangat Korban Gempa di Sigi Sulteng Sambut Pemilu 17 April
Donggala Diguncang Gempa 5.0 Magnitudo
Usai Gempa Sulteng, Ribuan Pelaku Usaha Kehilangan Pekerjaan
DPR Minta Pemerintah Ringankan Tagihan Kredit Korban Bencana Gempa Palu
Korban Gempa Sulteng Bangun Rumah dari Bekas Puing Bangunan

(mdk/lia)