Cari kerja di Facebook, perempuan 16 tahun malah dijual ke Malaysia

PERISTIWA » MALANG | 14 September 2018 01:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - ES, wanita asal Sukabumi, Jawa Barat menjadi korban penjualan orang di Malaysia. Awalnya, wanita 16 tahun itu mendapat lowongan kerja dari situs pertemanan Facebook.

Namun tak disangka, niat mencari kerja malah berbuah sial. Ia menjadi korban perdagangan orang yang dilakukan oleh lima tersangka.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Panca Putra menuturkan, ES yang baru lulus SMP itu berniat mencari kerja guna membantu kebutuhan ekonomi keluarga.

Ia pun mencari lowongan kerja di Facebook. Alhasil, ia tertarik dengan lowongan kerja sebagai pengasuh bayi di Jakarta.

"Seorang tersangka berinisial YL menawarkan lowongan kerja melalui Facebook," ungkap Panca di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Setelah menerima lowongan kerja tersebut, kemudian ES dipertemukan oleh D, yang kini menjadi buronan polisi. D ternyata kaki tangan dari YL, yang menawarkan ES bekerja di Jakarta.

"Atas tawaran tersebut korban tertarik," ucap Panca.

Korban lalu meminta izin kepada kedua orangtuanya yakni E dan O untuk bekerja di Jakarta. Keduanya pun merestui ES merantau mencari nafkah.

"Kemudian korban diberangkatkan dari Sukabumi ke terminal Kampung Rambutan," kata Panca.

Ketika tiba di Kampung Rambutan, ES dijemput oleh pelaku lainnya berinisial JS. Korban ditampung di sebuah kos-kosan di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Kemudian para pelaku mempersiapkan sejumlah dokumen agar korban bisa sampai ke Malaysia. Korban pun dikirim ke Kuala Lumpur melalui jalur laut dari Bengkalis, Riau.

Namun, saat tiba di Malaysia, korban malah diperlakukan tidak manusiawi. Alhasil, ES kabur dari rumah majikannya, padahal ia baru lima hari bekerja.

"Dia dipekerjakan dengan tidak memperhatikan paruh waktu, tidak diberi makan, dan segala macam ya itu eksploitasi," terang Panca.

Menurut Panca, korban diimingi gaji Rp 7 juta per bulan selama bekerja di Malaysia. Namun faktanya, ES malah dieksploitasi.

"Dia ditawari tujuh (juta) per bulan. Faktanya dia baru kerja berapa hari terus merasa tidak nyaman karena perlakuan di sana," tandas Panca.

Sebelumnya, Entin Sutini, warga Kampung Kadupugur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) setelah ditemukan tersesat di Selangor, Malaysia. Usia perempuan itu baru 16 tahun.

"Ternyata setelah ditanya, perempuan ini warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung," kata Neneng Wulan, warga Pangsapuri Seri Jasa Blok A 01-03, Taman Sungai Besi Indah, Seri Kembangan Belakong, Selangor, Malaysia, melalui pesan yang diterima wartawan Sukabumi, Rabu, 5 September 2018.

Neneng mengaku juga berasal dari Sukabumi, tetapi telah menetap di Malaysia mengikuti suaminya yang bekerja di negara itu. Menurutnya, Entin bisa masuk ke Malaysiakarena dibawa oleh orang yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook, setelah sebelumnya ditawari bekerja di Jakarta.

Saat ditemukan, kondisinya memprihatinkan. Neneng akhirnya memutuskan untuk menampung sementara gadis ini di rumahnya yang ada di Selangor. Selain itu, Entin pun dibantu untuk membuat video aduan agar bisa kembali lagi pulang ke kampung halamannya di Sukabumi.

Setiap hari, anak putus sekolah ini menangis dan ingin pulang ke keluarganya. Karena itu, Neneng mencoba menghubungi wartawan melalui pesan inbox di Facebook dengan harapan Pemkab Sukabumi bisa membantu memulangkan si gadis malang itu.

"Mudah-mudahan ada jalan keluarnya agar anak ini bisa segera pulang ke keluarganya di Indonesia," katanya, dilansir Antara.

Entin mengatakan selama "dijual" oleh orang yang baru dikenal ke majikannya di Malaysia dirinya mendapatkan perlakukan tidak baik seperti hanya diberikan kamar kecil yang disatukan dengan hewan peliharaan milik majikannya.

Dia akhirnya melarikan diri dan berjalan kaki ke Johor dengan tiga orang Banglades. Neneng kemudian menemukan gadis itu dan sementara tinggal di rumah warga Bandung yang kini menetap di Malaysia itu.

"Saya bisa masuk ke Malaysia oleh orang yang baru dikenal. Awalnya ditawari bekerja di Jakarta tetapi ternyata malah dibawa ke Malaysia. Saya ingin pulang dan bertemu lagi dengan orangtua di Kampung Kadupugur," katanya.

Reporter: Hanz Salim

Sumber:Liputan6.com

Baca juga:
Polisi bongkar penjualan gadis asal Sukabumi ke Malaysia, 5 orang diciduk
Bareskrim bongkar kasus perdagangan gadis asal Sukabumi ke Malaysia
Gubernur NTT minta aparat patahkan kaki pelaku human trafficking
Pergi sama teman FB, ABG asal Sukabumi dijadikan pembantu di Malaysia
Berjasa entaskan perdagangan manusia, bekas TKI dapat penghargaan dari pemerintah AS


(mdk/rnd)