Cari petani rumput laut tenggelam, tim SAR sisir perairan Nunukan

Cari petani rumput laut tenggelam, tim SAR sisir perairan Nunukan
PERISTIWA | 23 Oktober 2017 14:07 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Tim SAR gabungan masih mencari petani rumput laut asal Sebatik, Andi Aslam (20) yang tenggelam di laut, Minggu (22/10) sore kemarin. Tim harus menyisir perairan Nunukan, sejauh hingga radius 10 Nautical Miles atau sejauh 10 kilometer.

Pencarian hari ini memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan mulai bergerak dari pagi tadi, usai melakukan briefing singkat di pelabuhan terdekat yakni di Pelabuhan Sei Jepun.

"Kami mulai cari dari jam 6.30 pagi tadi," kata Kasi Operasi Kantor badan Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara di Balikpapan, Octavianto, Senin (23/10).

Octavianto menerangkan, diperlukan waktu 1-1,5 jam dari pelabuhan Sei Jepun Nunukan, menuju ke titik lokasi perairan korban Andi Aslam hilang dan tenggelam.

"Kami lakukan penyisiran di radius 6 sampai 10 Nautical Miles. Baik itu, menggunakan rescue boat, rubber boat, dan juga perahu para nelayan ya," ujar Octavianto.

"Sampai sekarang ini, korban masih dicari. Memang jarak titik lokasi cukup jauh ya. Kalau cuaca sendiri lokasi pencarian, kondisi cerah ya," demikian Octavianto.

Diketahui, Andi Aslam (20), dilaporkan tenggelam di laut, perairan Lancang, Nunukan, Minggu (22/10) sore kemarin, sekira pukul 17.00 WITA. Peristiwa itu berawal saat Andi dan rekannya, Ardi, bermaksud mengecek tanaman rumput laut mereka.

Menggunakan perahu cas, keduanya berlayar ke arah tengah laut. Sampai di titik tanaman rumput laut milik mereka, barang Andi, berupa celana, jatuh ke laut. Andi yang bermaksud mengambilnya, terpeleset dan jatuh ke laut. Lantaran tidak bisa berenang, Andi hilang ditelan gelombang, dan tenggelam. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami