Cari Tempat Nongkrong di Ruang Terbuka? Yogyakarta Punya Tempat Ini!

Cari Tempat Nongkrong di Ruang Terbuka? Yogyakarta Punya Tempat Ini!
Tempat Nongkrong di Ruang Terbuka. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 27 November 2021 20:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kapan terakhir kali liburan di Yogyakarta? Mungkin sejak Pandemi Covid-19 banyak yang memilih untuk #dirumahaja. Tak ada salahnya jika ingin pergi berlibur meskipun masih berada dalam situasi new normal. Kita tetap bisa berwisata #DiIndonesiaAja dengan menerapkan protokol kesehatan.

Di Yogyakarta ada banyak tempat nongkrong dengan konsep ruang terbuka yang bisa dicoba. Setidaknya dengan berada di ruang terbuka, sirkulasi udara bisa menjadi lebih baik. Berikut ini 3 tempat nongkrong di sekitaran wilayah Yogyakarta dengan konsep outdoor. Tak hanya sekadar nongkrong atau makan, tetapi Anda juga bisa merasakan sensasi yang berbeda.

1 Kirana Tea House & Eatery

materi kemenpar
Kirana Tea House & Eatery©2021 Merdeka.com

Kirana Tea House & Eatery berlokasi di Kutu Patran, Siduadi, Sleman. Di sini Anda bisa menikmati secangkir teh sambil menikmati suasana pedesaan, di mana kanan dan kirinya masih berupa sawah.

Kirana Tea House& Eatery ini memiliki koleksi teh yang cukup lengkap, lho! Ada teh original seperti white tea, green tea, oolong tea, dan black tea. Kemudian, ada pula teh herbal seperti chamomile, jasmine, safflower, lavender peppermint, peach blossom, rosella, snow chrysanthemum, dan bunga telang. Per cangkirnya, teh ini dijual mulai Rp18.000,-.

Tak hanya bisa dinikmati dalam cangkir siap minum, rumah teh ini juga menyediakan teh mentah. Untuk teh original dijual mulai Rp40.000,- per 40 gram, sedangkan teh herbal mulai Rp45.000,- per 15 gram.

Rama, pemilik Kirana Tea House & Eatery, mengatakan teh yang dimilikinya didatangkan langsung dari Bogor dan Surabaya. Sejauh ini favoritnya adalah white tea dan teh chamomile. "Teh ini bisa dinikmati dengan menu Chinese food yang kami sediakan," terangnya.

2 Prambanan Jazz Cafe

materi kemenpar
Prambanan Jazz Cafe©2021 Merdeka.com

Dari namanya ingatan kita pasti akan kembali ke perhelatan musik jazz tahunan yang berlangsung di Candi Prambanan. Namanya memang sama karena kafe ini didirikan oleh sang promotor Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi.

Bagi Anda yang rindu menonton konser jazz, berkunjung ke sini juga bisa mengobati kerinduan, lho! Nuansa jazz cukup terasa saat memasuki kafe ini. Di pintu masuk terdapat piano besar seolah menyambut siapa pun yang datang.

Berkonsep semi outdoor, terdapat ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan sambil menikmati matahari tenggelam. Setiap akhir pekan, ruang terbuka ini juga disulap menjadi panggung untuk pertunjukan musik jazz. Beberapa musisi tanah air seperti Tompi, Pamungkas, dan Rio Febrian pernah tampil di sini. "Saya berharap ini bisa jadi destinasi untuk orang yang pernah ke Prambanan Jazz Festival," cetusnya.

Dari sisi menu, Prambanan Jazz Cafe menawarkan makanan dan minuman yang bervariasi, mulai dari masakan Indonesia, Eropa, hingga Jepang.

Jika ingin berkunjung di akhir pekan, sebaiknya Anda melakukan pemesanan terlebih dulu. Prambanan Jazz Cafe terletak di Jalan Sidomukti, Condongcatur, Depok, Sleman.

3 Ledok Sambi

materi kemenpar
Ledok Sambi©2021 Merdeka.com

Ledok Sambi berada di kaki Gunung Merapitepatnya di Desa Sambi yang terletak di Jalan Kaliurang km 19,2 Pakem, Sleman. Untuk menuju ke sini, dari pusat kota diperlukan waktu sekitar 45 menit.

Di sini Anda bisa menikmati udara segar dan pemandangan yang masih alami. Terdapat sungai yang alirannya tidak begitu deras dengan bebatuan di kanan dan kiri sungai.
Tak hanya menikmati suasana, di sini juga banyak aktivitas yang ditawarkan, mulai dari bermain air di sungai menggunakan ban, bermain paintball, hingga menikmati terapi ikan. Anda bisa memilih duduk di pinggir sungai atau menikmati pemandangan dari tenda yang disediakan tak jauh dari sungai.

Kalau Prambanan Jazz Cafe menyajikan menu dari berbagai negara, di warung kopi Ledok Sambi, Anda akan disuguhkan menu tradisional seperti pisang goreng, singkong goreng, dan tempe mendoan. "Pisang gorengnya enak banget. Manis legitnya beda," papar Dini, salah satu pengunjung.

Harganya pun ramah di kantong. Anda cukup mengeluarkan uang Rp12.000,-, sepiring pisang goreng yang masih hangat siap dinikmati. Sementara tempe mendoan dan singkong goreng dihargai Rp8.000,- per porsi.

Selain kafe di atas, masih ada banyak destinasi berkonsep ruang terbuka yang bisa Anda coba. Beberapa di antaranya ada yang sudah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, seperti Cafe de Slili dan South Shore yang memiliki pemandangan pantai di Gunung Kidul, dan Rama Shinta Garden Resto dengan latar Candi Prambanan.

Supaya aktivitas di luar rumah tetap aman dan nyaman, pastikan Anda sudah vaksin dan jangan lupa mematuhi protokol Kesehatan dengan menerapkan 6M di mana pun berada, yakni menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Informasi mengenai destinasi pariwisata #DiIndonesiaAja dan inspirasi produk ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja lainnya bisa Anda dapatkan dengan cara follow akun Instagram @pesonaid_travel,Facebook Pesonaid_travel, Twitter @pesonaid_travel, TikTok @indonesia.travel, YouTube Pesona Indonesia, dan mengunjungi website www.indonesia.travel.

Sembari menyusun bucket list liburan, kamu juga bisa ikutan PUKIS atau Pesona Punya Kuis setiap hari Selasa di setiap pekannya. Caranya? Follow akun Instagram @pesonaid_travel, lalu like postingan terbaru PUKIS pada feed. Jawab pertanyaan di kolom komentar dan jangan lupamention juga 3 temanmu untuk ikutan kuis ini, ya! Raih beragam hadiah menarik dari Pesona Indonesia. Yuk, buruan!

(mdk/hhw)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami