Cari Titik Api Kebakaran Kejagung, Polri Pakai Satelit Ahli IPB

Cari Titik Api Kebakaran Kejagung, Polri Pakai Satelit Ahli IPB
PERISTIWA | 23 Oktober 2020 16:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, mengungkap asal api dari kebakaran Kejaksaan Agung dari lantai 6. Menurut dia, hal itu tidak hanya berdasar keterangan saksi, namun juga hasil pantauan satelit.

"Kepolisian juga bekerja sama dengan ahli kebakaran dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendalami awal mula terjadinya kebakaran menggunakan satelit," ujar Ferdi dalam jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Jumat (23/10).

Ferdi melanjutkan, bantuan dari ahli kebakaran dari IPB dalam penggunaan satelit, dapat mengetahui titik api awal. Dia menjelaskan, biasanya satelit ini digunakan untuk mengecek kebakaran di lahan.

"Ini bisa menembus dan mengetahui dari mana titik api, kita harus pakai teknologi untuk menentukan apakah benar banyak titik api," yakin dia.

Dari hasil investigasi, ungkap Ferdi, penyebab kebakaran dipastikan oleh nyala api terbuka dan bukan sumbu pendek. Akibatnya, api merembet dengan cepat dipicu dugaan penggunaan alat pembersih lantai yang tidak berstandar atau tak punya izin edar.

"Nyala api terbuka ini menurut ahli bisa disebabkan oleh dua, pertama karena bara api atau karena penyulutan api. Karenanya kasus ini menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang diyakini bertanggungjawab atas insiden ini," katanya.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Polisi Sebut Awal Mula Kebakaran Kejagung Ada 5 Pekerja Merokok di Lantai 6
Bareskrim Tetapkan 8 Tersangka Kebakaran Gedung Utama Kejagung
Polisi Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kebakaran Kejagung
Jampidum Sebut Kebakaran Kejagung Bukan Kesengajaan Tetapi Kelalaian
Polri akan Gelar Perkara Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung 23 Oktober 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami