Catut Nama Perwira Polisi, Penipu dari Sidrap Peras RSU Siloam Kupang

Catut Nama Perwira Polisi, Penipu dari Sidrap Peras RSU Siloam Kupang
RSU Siloam Kupang. ©2017 Merdeka.com/Yuven Nitano
NEWS | 19 Juli 2021 17:14 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Aksi penipuan via handphone tidak hanya menyasar masyarakat umum. Manajemen rumah sakit yang menangani kasus Covid-19 pun turut menjadi sasaran pelaku.

Percobaan penipuan itu dialami manajemen RSU Siloam Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dimintai uang pengamanan dari pria yang mengaku sebagai perwira Kepolisian.

Berdasarkan informasi dihimpun, Senin (19/7), manajemen RSU Siloam Kupang mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Iptu Dominggus dari Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota. Pria itu menelepon menggunakan nomor handphone 082347612121, lalu menanyakan soal kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit itu pada Sabtu (17/7) lalu.

"Iptu Dominggus mengaku dari Polsek Kelapa Lima dan mengaku hendak memproses insiden pengambilan paksa jenazah pasien covid-19 di RSU Siloam Sabtu lalu," ujar Direktur RSU Siloam Hans Lie didampingi Juliandro DM Mesada, salah seorang manajer di RSU Siloam Kupang, Senin (19/7).

Awalnya Iptu Dominggus menelepon ke costumer service di 853900. "Penelepon mengaku dari Polsek Kelapa Lima atas nama Dominggus Duran, sehingga costumer service memberikan nomor handphone Juliandro Mesada," ungkapnya.

Penelepon menyebut Kapolda NTT marah-marah karena pasien Covid-19 lolos dari RSU Siloam Kupang. Penelepon juga menjanjikan kalau 15 orang polisi siap disiagakan di setiap rumah sakit untuk berjaga setiap hari. Namun dia meminta dana operasional sebesar Rp5 juta setiap bulan selama masa pandemi.
"Kami berterima kasih sekali kalau polisi mau berjaga di rumah sakit. Saya langsung menelepon Kapolres Kupang Kota menyampaikan terima kasih. Kapolres malah heran terima kasih untuk apa dan penjagaan oleh siapa," cerita Hans.

Pihak RSU Siloam Kupang juga sempat bingung karena rumah sakit itu berada di wilayah hukum Polsek Oebobo, sedangkan penelepon mengaku dari Polsek Kelapa Lima.

"Awalnya Iptu Dominggus yang mengaku dari Polsek Kelapa Lima menanyakan insiden ambil paksa jenazah pasien Covid-19 oleh pihak keluarga, namun ujung-ujungnya Iptu Dominggus malah meminta uang Rp5 juta," jelas Hans.

Pria yang mengaku sebagai Iptu Dominggus itu terus mendesak pihak RSU Siloam Kupang agar segera menyetor uang dengan alasan sudah diminta Kapolsek Kelapa Lima. Dia sekurangnya 18 kali menelepon Juliandro.

"Terakhir dia menelepon saya pukul 13.00 Wita dan mendesak terus untuk meminta uang," tambah Juliandro.

Manajemen sempat mengarahkan agar penelepon datang langsung ke RSU Siloam Kupang untuk pembayaran menggunakan kuitansi. "Penelepon agak memaksa. Kami dari pihak RSU Siloam minta surat resmi, tapi penelepon beralasan hanya meminjam uang. Jika dana operasional para kapolsek telah cair, maka akan diganti. Dari situ kami mulai curiga," tandas Hans.

Kebetulan di Polsek Kelapa Lima ada perwira bernama Ipda Dominggus Duran. Namun dia sudah enam bulan pindah tugas menjadi Kapolsek di Polres Timor Tengah Utara.

Ipda Dominggus Duran yang dikonfirmasi kaget dengan kejadian itu. Dia menyatakan bukan pemilik nomor handphone yang dipakai pelaku.

"Saya tidak memiliki nomor handphone seperti itu dan saya sudah lama pindah tugas. Sangat aneh kalau saya campur dengan urusan di wilayah hukum Polres Kupang Kota. Ini pasti perbuatan oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama saya," ungkapnya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti langsung memerintahkan kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh Siregar menemui pimpinan RSU Siloam Kupang. Dia disuruh menjelaskan kalau pihak kepolisian tidak pernah meminta uang seperti itu. "Itu perbuatan oknum tidak bertanggung jawab dan kami klirkan dengan pihak RSU Siloam Kupang," jelas Satrya.

Satrya memastikan hal itu merupakan penipuan. "Itu adalah murni penipuan. Kita sudah cek, penelepon yang mengaku anggota Polsek Kelapa Lima tinggalnya di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Dia berterima kasih kepada RSU Siloam Kupang yang bisa berkoordinasi dan mengecek kebenarannya. Kapolres Kupang Kota juga meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dengan berbagai modus penipuan, apalagi yang mengatasnamakan kepolisian.

Sebelumnya, Sabtu (17/7), memang ada insiden di RSU Siloam Kupang. Salah seorang pasien Covid-19 meninggal dunia dan jenazahnya diambil paksa keluarga dan dibawa pulang ke rumah duka di Kelurahan Airmata Kota Kupang, untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Polisi dan Satgas Covid-19 Kota Kupang harus turun menemui keluarga memberikan penjelasan dan pemahaman, serta meminta agar jenazah dimakamkan sesuai protokol Covid-19 di TPU Fatukoa, Kota Kupang.

Saat itu keluarga bertahan dan tetap menganggap kalau kerabat mereka meninggal dunia bukan karena Covid-19. Namun setelah berdebat selama beberapa jam, akhirnya pihak keluarga bersedia jenazah dimakamkan sesuai protokol kesehatan dan penanganan Covid-19. (mdk/yan)

Baca juga:
Catut Nama Perwira Polisi, Penipu dari Sidrap Peras RSU Siloam Kupang
Tokoin Pastikan Tak Terlibat Dugaan Penipuan Jerat Mantan CEO
Diduga Lakukan Penggelapan Uang Investasi, Eks CEO Tokoin Dilaporkan ke Polisi
BNPB Bantah Terlibat Dugaan Pemerasan Pelaku Perjalanan Internasional saat Karantina
Kejahatan Modus Kencan Online dan Kopi Bius di Jaksel Terbongkar
Beredar Pesan Berantai Catut Kajari Garut Sebut Pelanggar PPKM Darurat Tak Didenda

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami