Cegah Corona, Pasar Aceh Ditutup Selama 10 Hari

Cegah Corona, Pasar Aceh Ditutup Selama 10 Hari
PERISTIWA » MAKASSAR | 27 Maret 2020 15:57 Reporter : Afif

Merdeka.com - Pemerintah Kota Banda Aceh menutup sementara pusat perbelanjaan Pasar Aceh sejak 27 Maret hingga 5 April 2020 untuk dilakukan disterilisasikan guna mencegah penularan Covid-19. Pasar baru kembali dibuka pada 6 April 2020.

Selama penutupan sementara itu, pedagang tidak dibenarkan untuk jual-beli di kios atau toko yang ada di gedung Pasar Aceh milik Pemerintah Kota Banda Aceh tersebut.

"Benar Pasar Aceh ditutup sementara untuk disterilkan cegah penyebaran virus corona," kata Kabid Humas Pemerintah Kota Banda Aceh, Irwan, Jumat (27/3).

Irwan mengaku belum mengetahui jadwal petugas melakukan disinfektan di seluruh gedung Pasar Aceh. Yang sudah pasti, selama Pasar Aceh ditutup akan disemprotkan cairan untuk mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Sedang pertokoan yang berada di luar gedung Pasar Aceh masih tetap buka seperti biasanya. Para pedagang masih berjualan seperti biasa, kendati tampak sepi pengunjung, sejak ditetapkan pemerintah melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) di Aceh.

Sementara itu Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengingatkan kepada pedagang senantiasa menerapkan physical distancing dalam aktivitas jual-beli di pasar.

Dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter, sebutnya, dapat mencegah pandemi corona di Banda Aceh. Karena virus itu dapat menular lewat droplet (tetesan pernapasan) seseorang yang telah terinfeksi.

Jika seorang yang terjangkit corona sedang batuk atau bersin, maka dropletnya dapat menyebar dalam radius satu meter lebih.

"Jika mengenai kita terutama di selaput lendir seperti mata, hidung dan mulut, maka otomatis kita akan terjangkit virus mematikan ini," katanya.

Sebagai upaya pencegahan, Aminullah mengimbau para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Biasakan untuk memakai masker dan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun setiap kali usai bertransaksi.

Dia juga mengimbau agar pedagang menyediakan hand sanitizer bagi pembeli, untuk sama-sama mencegah, demi keselamatan bersama. Proses jual-belinya pun tidak perlu berlama-lama guna menghindari potensi penyebaran virus. (mdk/cob)

Baca juga:
Tidak Ada Lockdown, Pemkot Makassar Berlakukan Karantina Parsial
Masyarakat Diimbau Makan Buah dan Sayur untuk Pengganti Multivitamin
Polisi di Kuningan Bubarkan Acara Resepsi Pernikahan Warga
Mal di Kota Depok Tutup Akibat Dampak Corona
8.400 Alat Tes Cepat Corona Tiba di Jateng, ODP Jadi Prioritas Pemeriksaan
Pernah dari Jakarta, 1 Tahanan di Mapolres Tasikmalaya harus Diisolasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5