Cegah Covid-19, Barak Pengungsi Gunung Merapi di Glagaharjo Dipisah Sekat Kayu

Cegah Covid-19, Barak Pengungsi Gunung Merapi di Glagaharjo Dipisah Sekat Kayu
Pengungsi Warga Terdampak Aktivitas Merapi. ©2020 AFP/AGUNG SUPRIYANTO
PERISTIWA | 8 November 2020 09:02 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Sebanyak 133 orang warga Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan, Kabupaten Sleman yang masuk dalam kelompok rentan diungsikan ke Barak Pengungsian Glagaharjo sejak Sabtu (7/11). Masyarakat yang terpaksa mengungsi akibat aktivitas siaga Gunung Merapi ini di antaranya adalah lansia, anak-anak, ibu hamil dan difabel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto menyebut, sebanyak 113 orang dari kelompok rentan diungsikan ke Barak Pengungsian Glagaharjo.

"Ini semua pengungsi dari Kalitengah Lor. Kita ada kelompok rentan 133 terdiri dari lansia ada 95 orang dan anak-anak ada 30 orang kemudian ibu hamil ada 3 orang. Sementara untuk difabel ada 5 orang," ujar Joko di Barak Pengungsian Glagaharjo.

Baca Selanjutnya: Kecuali Suami Istri...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami