Cegah Covid-19, Dua Pasar Grosir di Surabaya Ditutup Sementara

Cegah Covid-19, Dua Pasar Grosir di Surabaya Ditutup Sementara
PERISTIWA | 5 April 2020 10:31 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur memutuskan menutup sementara dua pasar grosir, yakni Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya (PGS) selama 14 hari sejak Sabtu (4/4). Kebijakan ini sesuai protokol kesehatan dan juga untuk melindungi para pedagang dan pembeli.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser mengatakan, pihaknya sebelumnya melakukan komunikasi dengan pihak manajemen PGS dan PD Pasar Surya selaku pengelola Pasar Kapasan terkait penutupan sementara pasar tersebut.

"Sudah dijelaskan dan mereka oke. Seluruh pedagang diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," katanya, Minggu (4/5).

Pasar grosir pakaian di Jalan Kapasan, Sidodadi, Simokerto, Surabaya itu ditutup mulai Sabtu (4/4) hingga 14 hari ke depan menyusul adanya salah seorang yang biasa berinteraksi di pasar tersebut diduga kuat terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Sedangkan gedung Pusat Grosir Surabaya (PGS) Jalan Raya Dupak Nomor 1, Gundih, Bubutan, Surabaya ditutup mulai Minggu ini hingga 14 hari ke depan menyusul adanya empat pedagang setempat telah didiagnosa Covid-19.

Baca juga:
Dua Daerah Dikabarkan Sudah Ajukan PSBB, Jakarta dan Fakfak
Wanita Pemudik di Solo Marah-Marah saat Akan Didata Satgas Covid-19
Melawan Corona dengan Olahraga
India Kerahkan Drone untuk Awasi Aktivitas Warga
Kemenkes: PSBB Bukan Karantina, Warga Masih Bisa Berkegiatan

1 dari 1 halaman

Fikser menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyemprotan secara menyeluruh, tidak hanya di dalam mal atau pasar, tetapi di area sekitar. Bahkan, lanjut dia, alat yang digunakan pun tidak hanya menggunakan mobil PMK, tetapi juga drone.

"Dari tampak depan pasar, belakang, samping, masuk ke dalam perkampungan padat penduduk," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Meski sebelumnya wilayah tersebut sudah dilakukan penyemprotan, namun kata Fikser, hal itu dilakukan kembali sesuai protokol kesehatan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kita lakukan penyemprotan lagi agar tidak semakin banyak warga yang terkena," tutup Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya ini.

(mdk/fik)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami