Cegah Keluyuran, Warga Terpapar Covid-19 di Surabaya Diusulkan Diberi Tanda Khusus

Cegah Keluyuran, Warga Terpapar Covid-19 di Surabaya Diusulkan Diberi Tanda Khusus
PERISTIWA | 25 Mei 2020 09:49 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengusulkan, warga yang terpapar virus corona di Kota Surabaya, Jawa Timur, diberi tanda khusus guna memudahkan pengawasan dan penindakan.

"Selain usulan swab massal, pemberian tanda pada setiap warga perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan penindakan Covid-19," kata Thony di Surabaya, Senin (25/5) seperti dikutip Antara.

Pemberian tanda tersebut bisa berupa gelang berwarna-warni misalnya untuk gelang hijau berarti untuk orang yang sehat, kuning bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan merah untuk warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Jadi kalau ada warga yang keluyuran biar ketahuan terpapar Covid-19 atau tidak," ujarnya.

Menurut dia, untuk warga yang memakai gelang hijau, lanjut dia, boleh keluar dan bekerja supaya roda ekonomi tetap jalan. Sedangkan untuk warga yang memakai gelang kuning harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerima haknya dari Pemkot Surabaya dengan mendapat bantuan makanan, vitamin, suplemen makanan dan lainnya.

Begitu juga untuk warga yang memakai gelang merah, lanjut dia, tentunya harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan penanganan kuratif sesuai tingkat kegawatan.

Selain itu, lanjut dia, perlu adanya ruang isolasi massal di setiap kampung di Kota Surabaya dengan mendapat pengawasan dan kontrol dari Puskesmas setempat.

Tidak hanya itu, politikus Partai Gerindra ini menyarankan perlu adanya edukasi protokoler pemakaman jenazah di tiap kelurahan dengan metode pemakaman yang aman.

1 dari 1 halaman

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya pada Kamis, (21/5) menyebutkan, terdapat 10 kecamatan di Surabaya yang mengalami kasus tertinggi Covid-19, yakni Kecamatan Rungkut 180, Krembangan 172, Tambaksari 101, Sawahan 87, Wonokromo 85, Gubeng 76, Bubutan 73, Mulyorejo 58, Tegalsari 55 dan Sukolilo 54.

Sedangkan di tingkat kelurahan, 10 kasus tertinggi Covid-19 berada di Kelurahan Kemayoran 113, Kalirungkut 75, Kedung Baruk 61, Jepara 40, Ngagel Rejo 39, Banyu Urip 37, Mojo 31, Morokrembangan 27, Mulyorejo 26 dan Ketintang 24.

Dari data tersebut wilayah di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Krembangan ditetapkan sebagai dua kecamatan tertinggi kasus penyebaran Covid-19 di Surabaya. (mdk/bal)

Baca juga:
Kasus Covid-19 Diprediksi akan 'Meledak' Usai Lebaran
Pakar Kesehatan: New Normal Ada 4 Kriteria, RI Belum Penuhi Syarat
Ketum PP Muhammadiyah Dicurhati Perawat Covid-19, Ada Pasien Kabur dan Tolak Dirawat
Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet dan Pulau Galang 25 Mei
Covid-19 Belum Terkendali, Terlalu Gegabah Bersiap New Normal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5