Cegah Kerusakan Hutan, Pelajar di Riau Diingatkan Dampak Karhutla

PERISTIWA | 5 Desember 2019 22:23 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memberikan pemahaman bahaya kebakaran ke pelajar sejumlah Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Riau.

Forest Protection and Conservation Manager RAPP, Sailal Arimi mengatakan, pencegahan kebakaran hutan lebih baik dilakukan daripada menanggulangi. Untuk itu harus dilakukan sejak dini, dan sekolah merupakan tempat terbaik untuk menanamkan kesadaran tersebut sejak usia dini.

"Program jangka panjang kita tahun 2030 tak ada lagi yang namanya pelaku kebakaran hutan. Untuk itu kita saat ini sudah masuk-masuk ke sekolah mulai dari SD sampai SMP, dan melakukan sosialisasi akan bahaya kebakaran dan bahaya apabila asap sampai dihirup manusia khususnya balita," ujar Sailal, Kamis (5/12).

Itu dikatakan Sailal Arimi dalam acara 'Talkshow Karlahut Riau, Siapakah Dalangnya?' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri).

Menurut Sailal, upaya ini dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka panjang RAPP untuk mencegah Karhutla di Provinsi Riau.

Apa yang dilakukan oleh RAPP ini memiliki harapan ketika anak-anak berumur dewasa, mereka tidak menjadi pelaku pembakaran. Karena umumnya pelaku kebakaran itu orang dewasa.

"Kita semua tak mau anak-anak yang sekarang malah menjadi salah satu pelakunya. Dengan diberikan pemahaman dari sekarang, mudah-mudahan mereka paham dan tidak melakukan pembakaran lahan ataupun hutan," ucapnya.

Selain memberikan pemahaman sejak dini, upaya lain yang dilakukan oleh RAPP sebagai upaya untuk mencegah Karhutla adalah perusahaan membantu masyarakat membuka lahan dengan cara membersihkan lahan tanpa perlu membakar.

"Karena kalau buka lahan dengan cara membakar kan murah sekali. Itu makanya masih ada yang membakar, makanya kami berikan bantuan untuk penyiapan lahan tanpa bakar. Namun syaratnya legalitas lahannya harus jelas. Dan untuk memastikan hal tersebut kita kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan," imbuhnya.

Hadir dalam diskusi tersebut Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya, Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi dan Direktur Eksekutif Walhi Riau Fendi Rahman ini.

Di hadapan mereka, Sailal juga menyampaikan program lain yang sudah sukses dilakukan RAPP dalam pencegahan Karhutla. Program tersebut adalah Desa Bebas Api.

"Program Desa Bebas Api sudah kita mulai sejak tahun 2015. Program tersebut, perusahaan memberikan penghargaan kepada desa-desa partisipan yang tidak melakukan praktik pembakaran untuk membersihkan lahan. Dan Alhamdulillah sejak tahun 2015 hingga sekarang kita sukses menekan terjadi kebakaran hutan dan lahan," terangnya.

Selain itu, perusahaan juga memberdayakan seseorang dari setiap desa untuk menjadi pemimpin kru atau crew leader. Crew leader bertugas secara aktif mengkampanyekan praktik bebas bakar kepada masyarakat setempat.

Itu dilakukan dengan dukungan dari kepala desa dan institusi pemerintah daerah. Pemimpin kru akan mengumpulkan dan mensinergikan beragam upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di desanya.

"Karena kalau yang menyampaikan itu dari mereka juga, bahasanya kan sama. Jadi lebih mudah diserap dipahami," terangnya.

Sailal mengatakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus terus dilakukan terus menerus dan tiada henti.

"Kalau kita bicara pencegahan, tanpa henti harus dilakukan. Harus selalu disampaikan, tiada hari tanpa pencegahan. Dan tentunya harapan kita semua Karhutla tidak akan terjadi lagi di Provinsi Riau," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Bukti Ilmiah Dinilai Penting Jadi Dasar Penyelesaian Kasus Karhutla
Polisi Usut Temuan Baru Korporasi Terduga Pembakar Hutan dan Lahan di Kalbar
Video Pemadam Kebakaran Hutan Australia Menari Kegirangan Saat Hujan Turun
Walhi Sebut Kerugian Akibat Kebakaran Hutan di Jambi Capai Rp145 Triliun
Lagi, Hutan di Gunung Ile Mandiri Flores Timur Terbakar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.