Cegah Klaster Hajatan di Sragen Terulang, Ganjar Minta Warga Disiplin Prokes

Cegah Klaster Hajatan di Sragen Terulang, Ganjar Minta Warga Disiplin Prokes
PERISTIWA | 15 November 2020 13:30 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adanya kasus baru klaster hajatan atau keluarga di Kabupaten Sragen perlu pendekatan lebih ketat dari pemerintah. Untuk memproteksi penularan Covid-19 dari keluarga harus memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita gerakkan Dasawisma, PKK, kelompok masyarakat yang ada di level desa, RT/RW agar sekarang kita masuk dalam keluarga," kata Ganjar, Minggu (15/11).

Dia menyebut penanganan dari pemerintah saja tidak cukup. Ganjar juga meminta dukungan dan kesadaran dari masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Sebab, edukasi di level ini akan lebih berat dan individu mana pun tidak boleh abai.

"Kalau kita tidak bisa memproteksi diri kita sendiri, maka akan sangat berat. Satu orang membawa itu, maka keluarga akan sangat rentan," jelasnya.

Ganjar mengatakan, sebenarnya memproteksi dari diri sendiri sangat mudah. Yang membuat susah adalah malasnya individu untuk menjaga kebersihan diri, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.

"Maka keluarga, mesti diproteksi dengan baik, tidak boleh meremehkan, protokolnya mesti jalan. Sebenarnya simpel saja, kalau kamu dari luar bepergian langsung mandi, ganti baju semuanya. Sebenarnya tidak berat, tapi hanya males saja," ujarnya.

Di sisi lain, pentingnya menggunakan masker dalam situasi apapun.

"Terus tidak mau melepas masker, sebenarnya itu cara bertahan yang paling baik, karena orang yang banyak bepergian itu, memang ada potensi tinggi tertular," kata Ganjar.

Harapannya, masyarakat bisa paham dengan edukasi yang terus digencarkan. Sehingga, pencegahan dilakukan secara bersama-sama.

"Maka kita coba edukasi ke sana, meskipun penegakan hukum tetap kita lakukan, mudah-mudahan seluruh masyarakat sadar, bahwa kerumunan tetap masih selalu membahayakan. Mari kita cegah itu," tandasnya.

Sebagai informasi, dua orang dinyatakan positif Covid-19 usai kontak erat dengan keluarga L (28) pengantin baru asal Kecamatan Kalijambe, Sragen, meninggal usai terpapar virus Corona. Tak hanya L, berselang hitungan hari ibu pengantin meninggal pada Jumat (6/11) dan ayahnya meninggal pada Senin (9/11).

L sempat menggelar prosesi ijab dan resepsi pada 24 Oktober lalu. Akibatnya, 113 warga yang hadir dalam hajatan tersebut harus menjalani swab karena melakukan kontak erat dengan L dan kedua orang tuanya. (mdk/bal)

Baca juga:
Penjelasan Keluarga Rizieq Soal Kerumunan Massa dan Pelanggaran Protokol Kesehatan
Kasatpol PP DKI Sebut Rizieq Syihab Sudah Bayar Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan
Muhammadiyah Sindir Elite Agama dan Politik yang Langgar Protokol Kesehatan
Langgar Protokol Kesehatan, Rizieq Syihab Didenda Rp50 Juta
Soal Sanksi Acara Pernikahan Putri Rizieq, Wagub DKI Tunggu Perda di Kemendagri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami