Cegah Klaster Keluarga, Gubernur Bali Tak Izinkan OTG Covid-19 Lakukan Isoman

Cegah Klaster Keluarga, Gubernur Bali Tak Izinkan OTG Covid-19 Lakukan Isoman
Isolasi mandiri pasien Covid-19 di Stadion Patriot. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 30 Juli 2021 11:19 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Gubernur Bali, Wayan Koster, meminta masyarakat yang terkena Covid-19 namun tanpa gejala atau sehat, agar mengikuti karantina terpusat yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Bali. Imbauan ini untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga.

"Sangat tidak diizinkan melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan Covid-19 dalam keluarga. Selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan rajin berolahraga, mengkomsumsi makanan sehat, vitamin, ramuan tradisional, dan istirahat yang cukup," kata Koster, di Denpasar, Bali, Jumat (30/7).

Dalam kesempatan yang sama, Koster mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dharma bakti.

"Dengan dedikasi dan pengabdian yang luar biasa melaksanakan tugas profesional di bidang kemanusiaan di Rumah Sakit tempat bertugas, yang sudah bertugas menangani pasien Covid-19 selama hampir satu setengah tahun, sejak bulan Maret tahun 2020," imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana, Polda Bali beserta jajaran, bupati dan walikota, camat, perbekel atau lurah, Bandesa Adat, Pemuka Agama, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga swasta, dan berbagai pihak yang telah berpartisipasi aktif bergotong-royong dalam penanganan pandemi Covid-19 serta dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat.

"Namun, sampai saat ini pandemi Covid-19 masih ada, kita masih harus terus bekerja bersama tanpa lelah mengemban tugas kemanusiaan yang menimpa masyarakat Bali, juga nasional dan internasional," ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam penanganan Covid-19 yang masih meningkat, memerlukan penangan yang baik di rumah sakit dan di karantina.

"Dengan ini, saya menyampaikan bahwa saya berikhtiar untuk bekerja keras dalam menangani Pandemi Covid-19 dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggungjawab. Dalam melaksanan tugas ini, saya bekerjasama dengan Bapak Pangam IX/Udayana, Kapolda Bali dan jajaran, Bupati atau Walikota se-Bali, perbekel atau lurah, dan Bendesa Adat, serta berbagai komponen masyarakat Bali," ungkapnya.

Gubernur Koster juga meminta seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama mengembangkan kesabaran dan kesadaran kolektif. Bahwa ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dengan semangat gotong royong agar pandemi Covid -19 dapat ditangani dengan sebaik-baiknya.

"Dengan spirit kehidupan sesuai nilai-nilai kearifan lokal Bali, saya mengajak Sameton Krama Bali sareng sami agar tetap kompak, guyub, bersatu, gilik-saguluk, salunglung sabayantaka, parasparo, sarpana ya, se-ia sekata, seiring sejalan, bersama-sama, bahu membahu, bergotong-royong dengan tidak saling menyalahkan, tidak saling tuduh, tidak saling menyerang, dan tidak melakukan tindakan kontra produktif serta terus berdoa dengan keyakinan masing-masing agar Gumi Bali tetap kondusif, nyaman, aman, dan damai," ujar Koster. (mdk/lia)

Baca juga:
Tempat Tidur Mulai Kosong, Pemkot Tangerang Minta Pasien Isoman Pakai Fasilitas RIT
KSP Bentuk Mobile Training Team untuk Layani Masyarakat Jalani Isoman
Pemkot Bogor Siapkan Oksigen Gratis untuk Warga Isoman
Bentuk Mobile Training Team Isoman, KSP Koordinasi dengan TNI, Polri, dan BNPB
Pemkab Bekasi Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Buruh Terpapar Covid-19
Mayoritas Fraksi Tolak Fasilitas Isolasi Mandiri Anggota DPR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami