Cegah Klaster Pilkada, Ridwan Kamil Minta Kurangi Kontak Fisik saat Pencoblosan

Cegah Klaster Pilkada, Ridwan Kamil Minta Kurangi Kontak Fisik saat Pencoblosan
PERISTIWA | 27 November 2020 23:59 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ingin memastikan penyelenggaraan Pilkada di delapan Kabupaten Kota tak memunculkan kasus Covid-19 baru. Semua proses dan tahapan pencoblosan hingga penghitungan suara harus menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal.

Delapan daerah di Jabar yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020, yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku sudah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar untuk mencegah adanya kontak fisik selama pelaksanaan pencoblosan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

"Tidak boleh ada persentuhan tangan, bahkan nanti tidak ada celup tinta, tapi tinta ditetes. Semua petugas juga wajib menjalani rapid test. Ini contoh bahwa Jabar sangat serius menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020," kata dia melalui siaran pers yang diterima, Jumat (27/11/2020).

Permintaan tersebut menjadi bagian dari deklarasi Pilkada Serentak 2020 berkualitas, berintegritas, dan patuh protokol kesehatan Covid-19 yang dihadiri dan ditandatanganinya bersama pejabat terkait di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Dalam waktu dekat, KPU Jabar akan menyimulasikan perhitungan suara secara daring dalam rangka menekan potensi munculkan klaster penularan Covid-19 selama Pilkada berlangsung.

"E-voting belum memungkinkan. Tapi, minimal perhitungannya (digital) sehingga meminimalisir terlalu lamanya sekelompok orang diam di satu tempat yang sama," ucapnya.

Baca Selanjutnya: Partisipasi Pemilih Diharapkan Tak Menurun...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami