Cegah Omicron, Begini Prosedur Pengetatan di Bandara Soekarno-Hatta

Cegah Omicron, Begini Prosedur Pengetatan di Bandara Soekarno-Hatta
Suasana Bandara Afrika Selatan seusai kemunculan Covid-19 varian Omicron. ©REUTERS/Sumaya Hisham
NEWS | 3 Desember 2021 13:26 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Pengelola Bandara Soekarno - Hatta, Jakarta memperketat pintu masuk. Hal ini demi mencegah varian Omicron virus Covid-19 masuk ke Indonesia.

Pengetatan dilakukan merujuk aturan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 102 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan internasional dari wilayah-wilayah yang sudah terdeteksi varian Omicron yang muncul pertama kali di Afrika tersebut.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta (KKP Kemenkes), Darmawali Handoko menegaskan, penumpang rute internasional baik WNI dan WNA yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta harus menunjukkan kartu vaksinasi serta hasil tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

"Adapun SE Menhub Nomor 102 Tahun 2021 antara lain juga mengatur penutupan sementara masuknya WNA, baik secara langsung maupun transit di negara asing, yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 hari dari negara/wilayah yang telah mengonfirmasi adanya transmisi varian Omicron," kata Darmawali Handoko, Jumat (3/12).

Adapun penutupan masuknya WNA ke Bandara Soetta, antara lain yang berasal dari Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, serta negara yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus Omicorn yaitu Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho.

2 dari 2 halaman

Director of Operation & Services AP II Muhamad Wasid menjelaskan, dengan penutupan sementara masuknya WNA tersebut, stakeholder Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional.

“Setelah dilakukan koordinasi di antara stakeholder, titik checkpoint akan ditambah untuk memastikan ketentuan penutupan sementara masuknya WNA sesuai SE Menhub Nomor 102/2021 dapat diterapkan dengan baik," jelas Wasid.

Adapun penambahan titik checkpoint pemeriksaan oleh petugas imigrasi kata Wasid, di tempatkan di titik terdepan setelah penumpang turun dari pesawat.

Sebelumnya, ketika penumpang keluar dari pesawat, maka akan menemui checkpoint pemeriksaan dokumen kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes).

"Sekarang, akan ditambah lagi dengan pemeriksaan oleh petugas imigrasi. Jadi, ketika penumpang keluar dari pesawat maka akan menemui checkpoint pemeriksaan dokumen perjalanan oleh petugas imigrasi,” jelasnya.

Adapun untuk stempel cap imigrasi di paspor tetap dilakukan di konter imigrasi eksisting bagi pelaku perjalanan internasional yang memenuhi syarat masuk ke wilayah Indonesia.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan, pemeriksaan oleh petugas imigrasi di titik terdepan ini guna memastikan ketentuan penutupan sementara masuknya WNA dari 11 negara sesuai SE Menhub nomor 102/2021 ini berjalan efektif.

“Petugas imigrasi berada di depan untuk melakukan pemeriksaan, dan bagi WNA yang termasuk dalam ketentuan penutupan sementara masuk ke wilayah Indonesia, tidak akan memproses lebih lanjut kedatangan internasional.”

“Pemeriksaan oleh petugas imigrasi di titik terdepan ini juga sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan agar ketentuan penutupan masuk sementara bagi WNA dapat berjalan baik," ungkap Agus. (mdk/rnd)

Baca juga:
Hadapi Varian Omicron, PSI Minta DKI Tambah Tempat Tidur Isolasi dan Testing
Varian Omicron Kian Dekat, Kemenkes Minta Warga Batasi Mobilitas dan Segera Vaksin
Cegah Omicron Masuk ke RI, Jokowi Minta TNI-Polri Gencar Lakukan Vaksinasi
Malaysia Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron
Omicron Masuk ke Singapura, Jokowi Minta Polda di Perbatasan Perketat Pengawasan
Masa Karantina 10 Hari Imbas Varian Omicron, ini Daftar Harga Isolasi di Hotel

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami