Cegah Pemudik, Polda Jateng Lakukan Penyekatan Jalur Perbatasan Klaten Sampai Blora

Cegah Pemudik, Polda Jateng Lakukan Penyekatan Jalur Perbatasan Klaten Sampai Blora
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo
PERISTIWA | 19 April 2021 18:48 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan raya kabupaten Klaten, Sragen, Wonosobo, Rembang, dan Blora. Penyekatan dilakukan demi membatasi kendaraan pemudik yang masuk ke Jawa Tengah saat H-7 arus mudik Idul Fitri 2021

"Kita pasang anggota di setiap kabupaten seperti di Klaten, Sragen, Wonosobo, Rembang, Blora itu semuanya non tol. Kita bikin penjagaan supaya kegiatan masyarakat tidak berbondong-bondong. Untuk pelaksanaan H+7 nanti polanya akan kita ubah lagi," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat ditemui di Pemprov Jateng, Senin (19/4).

Dia menyebut ada 14 lokasi yang akan disekat. Penyekatan dikerjakan mulai dari perbatasan Kabupaten Cilacap, Brebes sampai perbatasan Jawa Timur. Nantinya personel yang disiagakan akan dijaga ketat setiap titik yang berpotensi munculnya gelombang arus mudik saat momentum Lebaran.

"Kita punya 14 titik penyekatan. Dari Brebes, Cilacap sampai perbatasan Jatim yang akan dilakukan pengawasan oleh anggota Polri. Kalau ada indikasi pemudiknya bukan berasal dari Jateng, maka kita lakukan tes swab antigen. Kalau hasil tesnya positif, kendaraannya akan diputar balik. Tapi kalau negatif ya boleh masuk," jelasnya.

Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Safirudin memastikan semua akses jalur tikus atau jalan pintas akan dijaga ketat oleh personelnya. "Setiap Polsek akan mengamankan masing-masing wilayahnya untuk mengadang rombongan pemudik," kata Rudy Safirudin. (mdk/bal)

Baca juga:
Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021 Demi Pemulihan Ekonomi Nasional
Wagub Minta Wisata Bali Boleh Buka saat Masa Larangan Mudik Lebaran
Soal Larangan Mudik, Organda Harap Pemerintah Beri Stimulus ke Pengusaha Transportasi
Doni Monardo: Pemudik adalah Pembunuh Potensial
Gubernur DIY Tidak Melarang Pemudik Pulang Sebelum 6 Mei

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami