Cegah Peningkatan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Panjang Akhir Tahun Dievaluasi

Cegah Peningkatan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Panjang Akhir Tahun Dievaluasi
PERISTIWA | 24 November 2020 20:56 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat mengevaluasi rencana pemberian libur bersama pada akhir Desember 2020. Sebab, libur panjang membuat grafik peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19 meningkat.

"Saya usulkan, tidak ada libur bersama. Sebab setelah kami analisis, hipotesis kami bahwa peningkatan kasus konfirmasi positif di Jateng terjadi pada libur panjang akhir oktober," kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (24/11).

Ganjar menerangkan, pada tanggal 10-12 November lalu, peningkatan kasus positif di Jawa Tengah naik drastis. Hipotesisnya, itu dampak dari libur panjang beberapa minggu sebelumnya.

"Sudah kami hitung, makanya saya berharap akhir tahun nanti jangan ada libur bersama. Sudah secukupnya saja liburnya, karena saat ini rasanya kita semua banyak di rumah, sekolah ya di rumah. Every day rasanya seperti sunday," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengaku tingginya kasus akhir-akhir ini karena dampak libur panjang. Namun, dirinya mengatakan tidak hanya Jawa Tengah yang grafiknya naik, tapi di beberapa daerah juga mengalami hal yang sama.

"Itu sudah dianalisis oleh pemerintah pusat, dan memang ada pengaruh libur panjang. Tidak hanya di Jateng, tapi DKI Jakarta, Jabar, Banten, Jatim dan DIY semuanya naik," kata Yulianto.

Meski kasusnya naik, namun Yulianto belum bisa menjelaskan berapa persentasinya. Sebab, hal itu harus dianalisis sesuai data harian.

"Kita bandingkan saja, seminggu sebelum libur panjang dan seminggu sesudahnya, itu terjadi kenaikan. Tapi soal jumlah pastinya, itu harus dianalisis harian," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pemerintah berencana memberikan libur panjang pada akhir tahun ini. Setidaknya dalam aturan yang ada, tercatat ada 11 hari libur yang diberikan pemerintah.

Namun, pemerintah berencana melakukan pengurangan hari dalam libur panjang itu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 yang biasanya muncul pasca libur panjang. (mdk/ray)

Baca juga:
Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Bijak Pilih Destinasi Liburan Akhir Tahun
Kasus Positif Covid-19 di Yogyakarta Meningkat Usai Libur Panjang
Anies Baswedan Sebut Kasus Covid-19 Melonjak Akibat Libur Panjang
Cegah Covid-19 Naik Saat Libur Panjang, Wagub DKI Minta Presiden Buat Kebijakan Baru
Wagub DKI Sebut Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta Akibat Libur Panjang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami