Cegah Penularan Corona, Pemkab Buleleng Tunda Kedatangan Syekh Ali Jaber

Cegah Penularan Corona, Pemkab Buleleng Tunda Kedatangan Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber. Instagram/@syekh.alijaber ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 20 November 2020 16:34 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, menunda kedatangan Syekh Ali Jaber, untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19. Hal itu diputuskan oleh Bupati Buleleng Agus Suradnyana saat memimpin rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng bersama jajaran Forkorpimda Kabupaten Buleleng di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (19/11) kemarin.

Suradnyana merasa sangat antusias dengan rencana kedatangan Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber, lantaran ulama yang sangat cinta NKRI.

"Namun sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolri, melarang adanya kerumunan untuk mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19," kata Suradnyana dalam keterangan pers, Jumat (20/11).

Suradnyana juga memberikan pemahaman kepada penyelenggara untuk sementara waktu menunda dulu mendatangkan Syekh Ali Jaber ke Buleleng.

"Ketika pandemi Covid-19 dinyatakan selesai dan vaksin sudah berhasil disuntikan kepada seluruh masyarakat, tentu akan kita undang dan bila perlu dalam setahun 3 ustaz pun tidak ada masalah untuk didatangkan," ujarnya.

Dia menyampaikan, karena pandemi Covid-19 ini lebih mengedepankan penguraian kerumunan, sehingga kedatangan para ulama tersebut belum dapat dilaksanakan untuk saat ini.

"Dengan kehadiran para ulama ini kita harapkan bisa menekan paham radikalisme, dan mampu memberikan pencerahan kepada umat. Ke depannya akan kita hadirkan dalam kesempatan yang lain ketika pandemi ini sudah selesai," jelas Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga selaku Takmir Masjid Agung Jami Singaraja, Hidayat Achdar usai rapat menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk membantu perekonomian di Buleleng dengan menghadirkan seorang ulama.

"Namun dengan pertimbangan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Buleleng serta seluruh jajaran Forkorpimda Buleleng, di mana kondisi masih pandemi kegiatan tersebut ditunda dahulu pelaksanaannya," kata Achdar. (mdk/cob)

Baca juga:
VIDEO: Satgas Covid-19 Pastikan Vaksin Aman dan Halal
17 Dosen dan Staf Universitas Jember Positif Corona
Gedung Korpri Purbalingga Dipersiapkan Jadi Ruang Isolasi Darurat
Jenis Tindak Pidana yang Diatur di Perda DKI Tentang Penanggulangan Covid-19
Update 20 November, 1911 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet
Perda DKI Penanggulangan Covid-19, Tolak PCR Hingga Vaksin Terancam Denda Rp5 Juta
BP2MI: 27 Pekerja Migran Indonesia Positif Covid-19 di Taiwan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami