Cegah Penularan, Warga Solo Terpapar Covid-19 Dilarang Isolasi Mandiri di Rumah

Cegah Penularan, Warga Solo Terpapar Covid-19 Dilarang Isolasi Mandiri di Rumah
Aktivitas Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri di Rumah. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 17 Mei 2021 19:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, meniadakan isolasi mandiri di rumah bagi penderita Covid-19. Kebijakan ini untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak disiplin menjalankan aturan tersebut.

"Tidak ada isolasi mandiri, pokoknya yang positif OTG (orang tanpa gejala) langsung dibawa ke Donohudan (tempat karantina)," kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani, usai Rapat Koordinasi PPKM Mikro di Solo, Senin (17/5).

Langkah tersebut diambil menyusul munculnya klaster buka bersama di RT 06/RW 07, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. Klaster ini muncul akibat adanya masyarakat yang tidak disiplin menjalankan isolasi mandiri.

"Kasus itu kan menyebar karena (warga) yang diberi kesempatan isolasi mandiri di rumah tidak disiplin. Rata-rata ekornya (yang tertular) banyak, makanya menjaga jangan sampai menulari," katanya.

Namun, aturan tersebut dikecualikan bagi warga dengan usia di bawah 14 tahun. Anak dengan usia tersebut tetap diperbolehkan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Nanti kami evaluasi yang dikecualikan itu, (jika tidak efektif) kami dorong ke Donohudan," katanya.

Sementara itu, saat ini secara umum Kota Solo berstatus zona kuning. Meski demikian, jika berdasarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, dikatakannya, ada dua wilayah RT di Kelurahan Pajang dan satu RT di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan berstatus zona oranye.

"Kalau zona merah ada satu, di Kelurahan Sumber," katanya.

Sementara itu, mengenai evaluasi kasus Covid-19 pascalebaran, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan saat ini masyarakat yang masuk ke Kota Solo untuk bermalam masih harus menyertakan bukti hasil tes antigen.

"Berlaku sampai tanggal 24 Mei. Saya kira sekarang sudah berjalan cukup baik. Pemudik harus ditekan, harus tetap waspada. Dua minggu ke depan kami evaluasi, penyebaran Covid-19 naik atau tidak," katanya.

Selain itu, dikatakannya, saat ini Pemkot Surakarta juga masih menyiagakan Solo Technopark (STP) hingga satu minggu ke depan sebagai tempat untuk karantina warga. (mdk/noe)

Baca juga:
Tiba di Jakarta, Pemudik Wajib Tes Covid-19
Cara Ridwan Kamil Antisipasi jika Ada Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran
Data Terbaru Kasus Covid-19 di Indonesia per 17 Mei 2021
Kemenkes Temukan Dua Kasus Baru Covid Asal Inggris dan Afsel Dibawa Tenaga Migran
Wisma Atlet Kemayoran Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran
Cegah Klaster Lapas, Menkum HAM Minta Kunjungan Keluarga Tahanan Diperketat

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami