Cegah Perceraian, Kemenko PMK Buka Layanan Konsultasi Pernikahan Online

PERISTIWA » MALANG | 9 November 2019 01:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) akan membuka konsultasi atau bimbingan pernikahan online. Para calon pengantin bisa berkonsultasi secara gratis hanya dengan syarat melakukan pendaftaran.

Deputi VI Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Darmaputra menyampaikan dalam konsultasi online itu calon pengantin akan diberikan informasi apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai membina rumah tangga. Dalam bimbingan online ini, semua materi dari sejumlah kementerian terkait akan diintegrasikan dalam satu situs web.

"Jadi panduan yang ada di Kemenag, di Kemendikbud, di BKKBN semua kita satukan. Tidak hanya di tiga kementerian itu saja tapi sekitar sembilan kementerian jadi semua upload di sana. Jadi kalau orang akses ke website itu mereka bisa tahu bahkan info yang seperti bagaimana mencegah pornografi segala macam dari Kominfo itu ada di sana," jelasnya usai acara paparan program Kemenko PMK di Malang, Jawa Timur, Jumat (8/11).

Gafur mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan mempersiapkan konten program ini dengan kementerian lain sejak tahun lalu. Dalam situs bimbingan nikah online ini akan disiapkan forum live chat bagi calon pasangan pengantin yang ingin bertanya langsung. Dalam sebuah pernikahan, yang dilihat tak hanya umur usia menikah sesuai yang ditetapkan dalam revisi UU Perkawinan, tapi juga bagaimana kemampuan dan kesiapan yang bersangkutan menjadi orang tua.

Dalam hal ini, Ghafur menegaskan fokus bimbingan bukan hanya untuk perempuan atau laki-laki saja tapi kedua belah pihak. Keduanya memiliki tanggung jawab penuh jika telah menjadi orang tua. Pihaknya juga bekerja sama dengan LSM yang menyelenggarakan sekolah perempuan, namun bukan berarti tanggung jawab hanya dibebankan kepada perempuan.

"Jadi sekolah perempuan itu adalah untuk menjelaskan bahwa tanggung jawab membesarkan anak dan pekerjaan rumah tangga bukan hanya tanggung jawab perempuan sebagai istri, sebagai ibu. NO! Kita sebagai laki-laki juga harus bisa mencuci baju, mencuci piring, memasak, mengasuh anak. Jadi larinya ke sana. Jadi kalau pun sekolah perempuan nanti namanya berubah bisa aja sekolah parenting," jelasnya.

Cegah Perceraian

Ghafur mengatakan bimbingan pernikahan online ini akan segera diluncurkan. Saat ini masih dalam proses finalisasi konten. Diharapkan 2020 bisa diluncurkan. Kendati ada bimbingan online, bimbingan secara langsung juga tetap ada. Namun bimbingan online bertujuan untuk lebih mempermudah calon pasangan.

"Ini kita hanya memudahkan dengan adanya teknologi seperti aplikasi. Ini khusus untuk bimbingan perkawinan tapi bukan aplikasi ini tetap seperti website jadi bisa diklik siapa yang membutuhkan bimbingan perkawinan," jelasnya.

Dengan adanya bimbingan pernikahan yang mudah diakses ini, diharapkan dapat menekan angka perceraian. Tujuan lainnya adalah untuk mencegah pernikahan dini. Pihaknya juga akan menyiapkan penyuluh yang bisa langsung berinteraksi dengan calon pasangan.

Baca juga:
12 Artis Cantik yang Dipersunting Anggota TNI dan Polri
KUA di Bangka Belitung Sudah Berlakukan Batas Umur Minimal Pengantin 19 Tahun
Nikahi Gadis Gorontalo, WNA China Nekat Langkahi KUA
DPR Sebut Pasal Batas Usia Menikah Minimal 19 Tahun Melalui Perdebatan Alot
Rumah Digusur, Pengantin di Puncak Bogor Terpaksa Menikah di Lapak PKL
Kontroversi Disertasi Mahasiswa UIN Soal Hubungan Seks di Luar Nikah

(mdk/rhm)