Cegah Situs Bersejarah Rusak, Tol Malang-Pandaan Digeser 8 Meter ke Timur

PERISTIWA » MALANG | 24 Maret 2019 08:03 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Jalan tol Malang-Pandaan akan sedikit digeser guna menghindari temuan situs bersejarah di ujung, sekitar 3 km terakhir. Jalur sekitar akan digeser 8 meter ke timur mendekati sungai.

"Minggu depan dirapatkan. Senin (besok) rapat di sini, langsung dilanjutkan di Jakarta untuk direview. Tapi informasinya enggak mengganggu, jaraknya 8 meter saja. Nanti centreland bergeser 8 meter ke timur untuk menghindari situs," Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga di Festival Jalan Tol di Pintu Tol Singosari, Malang, Sabtu (23/3).

Setelah rapat dengan pihak terkait di Malang, nantinya akan menentukan secara teknis alternatif penyelesaian tolnya. Sehingga memang akan dilakukan perencanaan dengan posisi barunya yang mendekati Kali Amprong.

"Berarti di situ akan ada perencanaan baru karena kebetulan sisi timur sudah lereng sungai ke arah Kali Amprong. Jadi mungkin alternatif konstruksi, intinya direview desainnya," katanya.

Jalan tol Malang-Pandaan terdiri dari seksi I-V. Posisi situs di ujung ruas Pandaan-Malang tepatnya di seksi V, sekitar 3 Km terakhir. Lahan kawasan situs masih masuk dalam lahan ROW yang dibebaskan oleh PT Jasamarga.

Tol sendiri, kecuali seksi V, rencananya akan mulai dibuka secara bertahap pada awal Mei. "Yang mau kita buka 1, 2, 3, 4, sampai airport," kata Desi.

Desi menegaskan, penemuan situs tidak banyak mengganggu pembangunan jalan tol. Justru situs tersebut mendukung menjadi destinasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Nanti juga akan kita usulkan ke PUPR dibikinkan destinasi agar masyarakat tahu situs tersebut. Tetapi tetap harus diputuskan dengan sejumlah pihak secara bersama," katanya.

Sementara itu, Direktur Jasamarga Malang-Pandaan, Agus Purnomo mengatakan, hasil ekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) akan dibawa ke dalam rapat yang menjadi dasar peninjauan trase tol. Situs cagar budaya yang ditemukan dalam status yang perlu untuk dilestarikan. Sehingga dampaknya memang khusus seksi V agak mundur pengerjaannya dari rencana awal.

"Memang seksi V agak mundur, rencananya Juli tahun ini mungkin akan mundur 2-3 bulan. Kita menunggu bener-bener keputusannya seperti apa," katanya.

Kemunduran tersebut juga menyangkut konflik dengan warga setempat yang persoalan sudah diselesaikan di pengadilan. PT Jasamarga saat ini menunggu eksekusi dari PN dan sudah konsiyasi 50 bidang senilai sekitar 23 M

Terkait lahan yang digunakan untuk cagar budaya, hingga saat ini seluas sekitar 300 meter persegi. Kemungkinan lahan bisa berkembang mengalami perluasan sesuai dengan temuan di lapangan.

"Tapi itu kan lahan yang sudah dibebaskan dan menjadi milik negara. Nanti antar lembaga yang mengatur," tegasnya.

Baca juga:
Penggalian Situs Bersejarah di Tol Malang - Pandaan Dihentikan
Ada Situs Sejarah, Pengerjaan Proyek Tol Malang-Pandaan Digeser
Temuan Situs Bersejarah di Tol Malang-Pandaan Diduga Candi Era Majapahit
Ini Penampakan Situs Sejarah di Lokasi Proyek Tol Malang-Pandaan
Pemda Siap Ganti Untung Warga Penemu Barang Sejarah di Tol Malang-Pandaan
Arca Dwarapala dan Arah Pengkiblatan Istana Singasari

(mdk/rhm)