Cegah Tawuran, Pelajar di Karawang akan Diwajibkan Mengaji

PERISTIWA | 26 Januari 2020 04:04 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berencana mewajibkan pelajar SMP hingga SMA/SMK untuk mengaji dan membaca asmaul husna sebelum dan setelah kegiatan belajar di sekolahnya.

Pemkab Karawang melalui Dinas Pendidikan sudah mengarahkan ratusan kepala sekolah, mulai SMP hingga SMA/SMK untuk melakukan penataran dasar kedisiplinan tersebut. Tujuannya mencegah aksi tawuran di kalangan pelajar.

"Itu menjadi salah satu bagian dari penataran dasar kedisiplinan dan mengubah karakter pelajar," kata Sekretaris Daerah setempat Acep Jamhuri, Sabtu (25/1).

Dia mengatakan, Pemkab Karawang akan mengeluarkan regulasi untuk menghindari aksi tawuran di kalangan pelajar.

"Salah satu regulasi itu ialah dengan melakukan penataran dasar kedisiplinan," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut Acep, dalam regulasi itu para pelajar harus mengaji dan membaca asmaul husna sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar. Begitu juga saat menjelang pulang, pihak sekolah harus membimbing anak didiknya untuk mengaji dan membaca asmaul husna.

Selain itu, pembinaan norma etika, baik di internal maupun eksternal juga perlu dilakukan, termasuk mengoptimalkan kembali Satgas Pelajar di setiap daerah atau kecamatan di Karawang. (mdk/fik)

Baca juga:
10 Anggota Geng Pelajar di Yogyakarta Diringkus Polisi
Kisah Heroik Anggota TNI Lulusan STM Bubarkan Tawuran Pelajar
Diduga Tawuran, 42 Pelajar di Salatiga Diamankan
Pemuda Tewas di Pasar Kemis Karena Tawuran Pelajar, Bukan Suporter Bola
Satu Korban Tewas Saat Tawuran Pelajar di Sukabumi
Polisi Sebut Penyerangan SMAN 10 Bandung Berawal dari Liga Sepak Bola Pelajar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.