Cegah Teror Harimau Sumatera, Warga dan BKSDA Pasang Perangkap Sementara

PERISTIWA | 19 November 2019 14:15 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Adanya teror harimau Sumatera yang menewaskan seorang petani dan memangsa ternak warga, masyarakat dan BKSDA Sumsel memasang perangkap. Jika tertangkap, harimau itu akan dievakuasi ke habitatnya.

Perangkap atau jebakan itu dipasang di Desa Pulau Panas, Tanjung Sakti, Lahat, Sumatera Selatan. Titik pemasangan di sekitar daerah yang disinyalir kerap dilewati satwa dilindungi itu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Sumsel Martialis Puspito mengatakan, jebakan itu terbuat dari bahan kawan dan kayu. Di dalamnya diisi umpan untuk memancing harimau masuk dan terjebak.

"Ada satu jebakan yang dipasang, ini sifatnya sementara," ungkap Martialis, Selasa (19/11).

1 dari 3 halaman

Jebakan Antisipasi Perburuan Warga

Menurut dia, kandang jebakan tambahan rencananya akan dipasang oleh tim evakuasi dari Palembang yang masih dalam perjalanan. Banyaknya jebakan diharapkan berhasil menangkap harimau.

"Upaya ini antisipasi perburuan oleh warga. Jangan sampai hewan itu dibunuh, nanti bisa kita evakuasi ke habitatnya," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Petugas Siap Bersiaga

Selain perangkap, pihaknya menyiagakan beberapa petugas di lokasi untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan sekaligus mencari jejak harimau. Sementara lokasi evakuasi akan ditempatkan di Taman Nasional Bukit Barisan yang berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KHP) Gunung Patah.

"Nanti sekaligus juga pemasangan camera trap untuk memantau keberadaan harimau," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

1 Petani Tewas Diterkam Harimau

Diberitakan sebelumnya, seorang petani, Kuswanto (58) tewas akibat diserang harimau saat berada di kebun kopi miliknya di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Lahat, Minggu (17/11). Pada malam harinya, seekor kambing warga setempat mati di kandang akibat diterkam harimau.

Di hari yang sama, seekor babi hutan menyerang Ali Nurdin (53) dan istrinya Rohana (50), warga Pendopo, Empat Lawang, Sumsel. Korban Ali Nurdin tewas dengan banyak luka, seperti di tangan, dada, leher, hingga tangan kirinya nyaris putus.

Peristiwa itu terjadi saat kedua korban tengah memanen sawit di kebun milik saudaranya di Desa Padang Sumatera, Kecamatan Pendopo Barat, Empat Lawang, Minggu (17/11).

Sehari sebelumnya, wisatawan asal Sekayu, Musi Banyuasin, diserang harimau saat kemping di Gunung Dempo Pagaralam, Sabtu (16/11). Meski mengalami luka cakaran, korban berhasil diselamatkan rekan-rekannya. (mdk/ray)

Baca juga:
Sedang Memanen Sawit, Pasutri di Empat Lawang Diserang Babi Hutan
Petani Kopi di Lahat Tewas Diserang Macan Tutul
Nasib Ratusan Gajah di Zimbabwe Mati Akibat Kekeringan
Ini Alasan Mengapa Kura-kura Bisa Hidup Panjang Umur, Hingga Ratusan Tahun!
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap Cari Harimau Sumatera di Taman Nasional Zamrud

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.