Cegah Varian Omicron, Peneliti Maarif Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk Wisatawan

Cegah Varian Omicron, Peneliti Maarif Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk Wisatawan
Endang Tirtana. ©2018 Merdeka.com
NEWS | 27 November 2021 13:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah didesak segera membatasi masuknya wisatawan dengan riwayat perjalanan ke tujuh negara di Afrika setelah adanya laporan varian baru Covid-19, Omicron. Mutasi virus asal Wuhan, China tersebut diperkirakan memiliki kemampuan penularan lima kali lebih cepat dibanding sebelumnya.

Peneliti Maarif Institute, Endang Tirtana mengatakan, jika perlu pemerintah menutup penerbangan masuk atau pun menuju tujuh negara yang terdeteksi varian Omicron. Adapun tujuh negara tersebut Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Lesotho, dan Eswatini.

“Pemerintah harus memperketat pintu masuk Indonesia guna mencegah varian Omicron. Jangan sampai Indonesia mengalami gelombang ketiga Covid-19,” tegasnya di Jakarta, Sabtu (27/11).

Berkaca pada varian Delta, dia menjelaskan, Indonesia terlambat melakukan pencegahan dan antisipasi. Alhasil terjadi lonjakan kasus pada pertengahan tahun 2021.

Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk mencegah varian Omicron. Sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura juga telah melakukan pengetatan pengawasan penerbangan dari luar negeri.

“Jangan sampai kita kembali menghadapi gelombang ketiga setelah libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah harus tegas dalam hal ini,” ungkap Endang.

Sebagai langkah pencegahan, protokol masuk ke Indonesia harus diperketat. Mulai dari penerapan PCR dan melakukan karantina bagi seluruh pelaku perjalanan luar negeri.

“Masyarakat sebaiknya menghindari bepergian jelang libur Natal dan Tahun Baru. Ini sebagai upaya mencegah terjadinya penularan maupun penyebaran Covid-19,” tutup Endang.

2 dari 2 halaman

Badan kesehatan dunia WHO mencantumkan mutasi virus varian B 1.1.529 atau disebut Omicron, sebagai virus berbahaya. Berdasarkan kalkulasi kasar epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, persentase penularan varian Omicron 500 persen jika dibandingkan dengan virus asal Wuhan.

"Kalau hitungan kasarnya, varian ini bisa sampai 500 persen atau 5 kalinya dari varian virus liar di Wuhan," katanya dalam rekaman audio yang dikutip pada Sabtu (27/11).

Cepatnya penularan varian Omicron, dia mengungkapkan, banyak virus berada pada tubuh seseorang cukup lama. Selama itu pula, virus telah bermutasi dengan ragam varian, hingga akhirnya melahirkan mutasi dengan varian sangat kuat daya penularannya.

"Akan sangat lama virus itu akan diam bermutasi dalam tubuh, dan itu memberikan kesempatan kecepatan mutasi yang banyak sehingga lahir satu varian dari sekian mutasi. Yang terjadi probabilitas akan timbul satu varian yang akhirnya super," jelasnya

Kondisi tersebut diperberat saat WHO mengonfirmasi mutasi varian Omicron berasal dari Afrika Selatan yang memiliki banyak kasus immunocompromised, orang-orang yang memiliki masalah imun.

“Afrika adalah negara yang memiliki banyak kasus immunocompromised, masalah imunitas yang dalam hal ini banyak menderita HIV AIDS," jelasnya.

Varian Omicron pun diyakini bukan turunan dari mutasi virus varian Delta. Dari pengamatan Dicky dan beberapa referensi menduga varian Omicron muncul akibat rendahnya kapasitas testing, tracing, treatment, upaya pencegahan, dan tingkat vaksinasi di satu wilayah.

Berdasarkan hitungan kasar ini, Dicky memprediksi pada 2022 seluruh dunia menghadapi kompleksitas masalah kesehatan cukup tinggi. Ia pun meminta Indonesia mengetatkan akses pintu masuk negara dengan cara memastikan seseorang negatif saat tes PCR, menerapkan masa karantinta yang tepat.

Baca juga:
Pemerintah Didesak Batasi Perjalanan dari Negara Teridentifikasi Varian Baru Covid-19
Mengenal Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan yang Mutasinya Mencemaskan
Pakar Sebut WHO Belum Umumkan Tingkat Keganasan Varian Baru B.1.1.529
WHO Gelar Rapat Khusus Bahas Varian Baru Virus Corona Asal Afrika Selatan
Khawatir Varian Baru Virus Corona, Inggris Sementara Larang Penerbangan dari Afsel
Varian Baru Covid B.1.1.529 Punya 32 Mutasi, Pemerintah Diminta Waspada

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami